HUT ke-60 Polantas, Dirlantas Polda Metro Berharap Makin Profesional

by -47 views

JAKARTA, SULUTHEBAT.com — Tanggal 22 September hari ini, Polantas genap berusia 60 tahun. Di usianya yang sudah uzur ini, Polantas terus melakukan reformasi. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin sendiri berharap, kinerja Polantas semakin profesional.

“Harapan saya yang jelas bahwasannya Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tulus, ikhlas dan baik tanpa mencederai masyarakat. Kita akan dorong terus terutama merubah sikap, perilaku dan atitudenya sehingga semakin profesional,” kata Risyapudin, Selasa (22/9/2015).

Risyapudin mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan internal agar kinerja Polantas semakin baik dan profesional. Hal ini didukung dengan memperhatikan kesejahteraan anggota agar terhindar dari budaya suap dan pungli.

“Polri terus berbenah diri dengan cara memperhatikan dari gajinya, tunjangan kerja, remunerasi, setiap kegiatan walaupun masih minim tapi sudah ada peningkatan. Misal untuk upah pelaksanaan penjagaan, pengaturan itu sudah ada, begitu juga dengan perawatan, BBM dan sebagainya itu sudah ada, hingga tidak dibebankan kepada orang per orang,” jelasnya.

“Sehingga tidak ada lagi alasan anggota di lapangan itu mencari sesuatu atau yang namanya ‘pungli’ dengan cari-cari kesalahan (pengendara), kita harus profesional,” tambahnya.

Ia menyadari, keperluan anggota yang lebih besar ‘pasak daripada tiang’ menjadi celah anggota untuk melakukan penyimpangan seperti pungli. Ia berharap ke depan, sistem pengaturan lalu lintas hingga pelayanan tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional untuk menghindari penyimpangan.

“Kita terus berbenah diri memberikan pelayanan, kemudahan dan online salah satunya untuk mencegah penyimpangan anggota misal bayar tilang melalui bank, bayar SIM melalui bank atau sidang, begitu juga bayar pajak melalui bank. Ini perubahan yang terus kita dorong untuk menghindari penyimpangan oleh anggota itu sendiri,” urainya.

Di satu sisi, Polantas Polda Metro Jaya juga terus berupaya membenahi kemacetan yang ada di Jakarta. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan mengedepankan pengaturan dan penjagaan serta pengawalan lalu lintas, tetapi dengan mengedukasi masyarakat dari anak-anak usia dini hingga dewasa.

“Yang jelas kita sesuai amanat UU No 2/2002 begitu juga di dalam UU No 22/2009 tentang LLAJ kita menjamin keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Kaitannya dengan masalah keamanan dan keselamatan berlalu lintas banyak kegiatan yang sudah kita lakukan baik itu kaitannya dengan pendidikan, himbauan kepada seluruh masyarakat, memberikan contoh bahkan memberikan suatu pelatihan mengemudi yang benar dan baik, bahkan kita jamin berikan keamanan dan keselamatan,” paparnya.

Namun, membereskan kesemerawutan lalu lintas khususnya di Ibu Kota yang kian padat, bukan tugas polisi bersama. Perlu adanya kerjasaman antar instansi terkait dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri dalam berlalu lintas.

“Sebenarnya banyak program kita kaitannya dengan keamanan dan keselamatan serta ketertiban berlalu lintas, namun karena dipengaruhi faktor mikro dan makro di bilang lalin seperti ketersediaan infrastruktr, pusat keramaian yang belum tersebar dengan baik sehingga timbul kemacetan. Dampak pembangunan itu berdampak pada situasi arus lalu lintas. Kaitannya ini sinergitas dgn instansi terkait, karena ada regulasi dari pemerintah dan tidak bisa dipecahkan sendiri oleh polisi,” urainya.

“Terjalinnya kerjasama yang baik antara masyarakat pemakai jalan bahwa ketertiban tidak bisa ditangani hanya polisi, tapi perlu kesadaran masyarakat. Tilang itu yang terakhir lah, kita berikan teguran secara lisan dan simpatik bila memang masih bisa ditolerir,” tutupnya.