• Wed. Oct 27th, 2021

Disdikpora Minahasa: Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pendaftaran

Byadmin

Sep 23, 2015 ,

Tondano, SULUTHEBAT.com – Setelah penamatan siswa, saat ini sekolah-sekolah di Minahasa mulai membuka penerimaan siswa baru, biasanya kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh sekolah untuk menarik sejumlah biaya dari calon siswa.

Untuk itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Katherine Mait mengingatkan sekolah agar tidak memungut biaya dari calon siswa.”Sekolah jangan melakukan pungutan kepada siswa, kecuali kalau diberikan sukarela berupa sumbangan, ya itu tidak masalah,” jelasnya, Senin (15/6/2015).

Ia menambahkan, semuanya sudah diatur pada Permendikbud Nomor 44 tahun 2012, mengenai pungutan dan sumbangan.”Pungutan dan sumbangan sangat berbeda, kalau pungutan itu bersifat wajib, mengikat dan ada jangka waktunya, sedangkan sumbangan sebaliknya,” ujar dia.

Menurutnya, setiap sekolah sudah menerima dana BOS, sehingga tidak diperkenankan lagi untuk memungut biaya masuk kepada calon siswa, jika ditemui akan diberikan sanksi, dan jelas itu sudah melanggar aturan.

“Kami sudah berikan aturan tersebut ke semua sekolah, jadi kami tahu mereka semua tahu aturan tersebut, jika ada temuan atau laporan dari masyarakat, akan segera ditindaklanjuti, ke sekolah yang bersangkutan,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga meminta peran aktif dari orang tua siswa.”Orang tua siswa yang mendapati ada pungutan di sekolah, silakan laporkan kepada kami, supaya kami bisa melakukan tindakan,” jelasnya.

Menurutnya, pungutan dilarang, selain dananya sudah tertata, juga jangan sampai memberatkan siswa yang kurang mampu.”Jangan sampai, nanti ada siswa yang mau masuk, lantaran ada pungutan, jadi batal masuk, itu yang disayangkan,” kata dia.

Ia menambahkan, jangan sampai ada sekolah juga yang mematok biaya namun berkedok atau berkelit bahwa itu hanya sumbangan.”Kalau ada serangam atau simbol sekolah, dan perlengkapan lainnya yang harus dipenuhi siswa, biarkan orang tua yang memenuhi, tidak boleh diintervensi oleh sekolah, bahkan sebenarnya, sekolah harus membantu, khusus untuk siswa yang kurang mampu,” jelasnya.