• Sat. Oct 23rd, 2021

Antara Kelahiran Kristus, Pilkada Sulut, dan Nawacita

Byadmin

Dec 24, 2015

 

Kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia memiliki agenda besar dalam proses penyelamatan umat manusia. Karya penebusan justru dimulai saat Kristus hadir di tengah-tengah manusia berdosa. Paradoks namun nyata dalam kehidupan umat manusia. Itu sebab, Natal atau peringatan kelahiran Kristus menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk belajar mengasihi dan melayani sesamanya.

Kedatangan Kristus ke dalam dunia bertujuan menjangkau dan menebus umat-Nya dari belenggu dosa. Kristus juga hadir untuk melayani umat-Nya yang membutuhkan pimpinan dan penyertaan-Nya. Bahkan, Kristus hadir untuk memampukan umat-Nya menghadapi tantangan dan berbagai beban kehidupan yang dialami. Sebab kelahiran Kristus di dunia sangat ditentukan oleh kerelaan-Nya memberi diri bagi keselamatan dan kehidupan umat-Nya. Sejatinya, kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia adalah untuk memberikan pengharapan dan kepastian keselamatan bagi umat yang dikasihi-Nya.
MEMBANGUN MANUSIA

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut), telah berlangsung baik sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Secara serentak, kegiatan serupa juga dilaksanakan di 268 daerah lainnya, meski kemudian 5 daerah masih tertunda. Yang pasti, kedamaian dan ketertiban yang tercipta selama proses Pilkada berlangsung, terwujud nyata. Baik di kalangan masyarakat maupun di aparat Pemerintahan yang terlibat mengawal proses demokrasi tersebut. Singkatnya, seluruh warga masyarakat di Sulut berperan aktif dalam mensukseskan pesta demokrasi terbesar di dunia itu yang diadakan di Indonesia.

Masyarakat secara bersama mendukung bahkan terlibat sebagai penyambung lidah Pemerintah untuk mengajak dan mendorong warga masyarakat lainnya agar menggunakan hak pilihnya dengan benar. Apalagi kini, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengirimkan hasil Pilkada di banyak daerah, menjadi momentum tepat untuk segera berbenah bagi pembangunan wilayah di Sulawesi Utara. Sangat elok dan tepat ketika seluruh pihak saling bergandeng tangan untuk bersama bekerja bagi pembangunan Sulut yang lebih baik.

Bekerja bersama akan menciptakan pembangunan manusia yang mampu membangun negeri secara konsisten dan didasari semangat perjuangan untuk lebih dahulukan melayani. Tepatnya, pembangunan Sulut sangat terinspirasi oleh semangat pelayanan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk melayani, dan bukan untuk dilayani.
EJAWANTAH NAWACITA

Kelahiran Kristus ke dalam dunia, selalu dikaitkan dengan perhatian dan kasih-Nya yang sangat Agung untuk menebus dosa manusia. Sebagai umat-Nya, manusia diibaratkan sebagai domba tersesat yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan Gembalanya atau Allahnya. Itu sebab, saat lahirnya pun Kristus mengambil rupa seorang manusia hina yang digambarkan tidak memiliki pengharapan, kesempatan dan kemampuan apapun. Tujuannya, untuk menebus manusia berdosa itu untuk kembali kepada fitrah yang Allah rencanakan, yaitu menerima hidup kekal.

Hampir sama dengan itu, ejawantah Nawacita pun bisa digambarkan senada. Secara sadar dan konsisten, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Kabinet Kerja Indonesia saat ini, bertugas membangun Indonesia dari pinggiran. Seluruh potensi dan kekuatan bangsa dipadukan untuk membangun dan mewujudkan Indonesia Hebat. Bahkan para pemimpin di tingkat Pusat maupun daerah, secara masif terus diingatkan untuk berperan sebagai pelayan rakyat.

Lebih jauh lagi, konsep Nawacita juga merupakan dorongan hati nurani yang murni dari rakyat Indonesia, untuk membangun negeri dengan mengikuti alur gerak alam. Yaitu, membangun dari Timur menuju ke Barat, sebagaimana matahari terbit dari Timur ke Barat. Dengan demikian, ketimpangan dan ketertinggalan yang selama ini selalu dirasakan Indonesia Timur (INTIM), secara berangsur dan pasti mulai dihilangkan. Sejatinya, ejawantah Nawacita dapat diibaratkan dengan pengorbanan Kristus dengan menjadi manusia. Mengangkat manusia terhitung dari samudera raya yang menakutkan dan mengancam jiwa manusia.

Momen Natal kali ini, mengajak kita untuk bersama bersyukur atas segala kebaikan dan kemurahan Tuhan Yesus yang telah hadir dan menebus manusia dari belenggu dosa. Sekaligus mengingatkan kita untuk bersama-sama bergandeng tangan memulai pembangunan di Sulut pasca Pilkada Serentak 9 Desember 2015 lalu, menuju pembangunan seutuhnya bagi kesejahteraan rakyat Sulut. Tanggalkan perbedaan dan pertentangan yang muncul saat proses Pilkada berlangsung, mari kita songsong pembangunan Sulut dengan semangat saling melayani sebagaimana Tuhan Yesus sudah melayani kita.

Selamat Natal bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati kita dan memberkati Sulawesi Utara.
Olly Dondokambey