• Wed. Oct 20th, 2021

 

Wagub Steven Kandouw saat launching antikorupsi di Manado baru-baru ini

MANADO – Korupsi termasuk kasus kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime) karena merusak tatanan pembangunan bangsa.
Penegasan itu dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven OE Kandouw pada Launching Pendidikan Budaya Anti Korupsi di halaman Kantor Gubernur, Jumat (04/05/2017).
Memberantas korupsi memang bukan hal mudah. Dibutuhkan proses panjang dengan melibatkan semua pihak dan dilaksanakan secara terstruktur, terintegrasi dan sinergis.
“Kehadiran adik-adik disini sebagai pembelajaran yang bertujuan untuk memutus mata rantai kebiasaan korupsi sedini mungkin,” ungkap Kandouw.
Lanjut dikatakan, pendidikan antikorupsi penting dilaksanakan mulai dari lingkup keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah serta pemerintah.
Sambutan Direktur DIKYANMAS KPK-RI, Sujanarko saat launching sekaligus pengukuhan ke 20 pengurus PBAK Sulut dikatakan, kegiatan ini baru ada empat yang melaksanakannya diantaranya Indonesian Coruption Watch (ICW), dan beberapa lembaga lainnya.
“Tetapi yang baru didampingi langsung KPK adalah PBAK di Manado ini. Ada lima macam targetnya seperti lembaga pendidikan Paud, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi,” papar Sujarnako.

Disamping itu KPK miliki 9 modul penguatan untuk Parpol, Sektor Pendidikan, Swasta/Perusahaan, ASN diantaranya Komite Intregritas.

Sujanarko juga menambahkan bahwa KPK siap dan mau Manado dijadikan Centre of Exelent dan dibackup penuh KPK.
Turut hadir mendampingi Wagub Steven EO Kandouw, Kadis Dikda Sulut Asiano G Kawatu.(Vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...