• Sat. Oct 23rd, 2021
Gubernur Olly Dondokambey

MANADO – Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak bisa digantikan siapapun. Upaya mengganti dasar dan bentuk negara merupakan pengkhianatan terhadap para pendiri bangsa Indonesia.

Hal itu ditegas Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE pada peluncuran aksi bela negara di Grand Kawanua International City (GKIC) Manado, Rabu siang (3/5/2017).

“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang tidak dapat diganggu gugat siapapun!,” tandas Olly.

Olehnya, peluncuran aksi bela negara se Indonesia yang mulai dikumandang dari Kota Manado, merupakan momentum penting untuk mempertahankan Pancasila.

“Aksi bela negara ini merupakan momentum strategis untuk menggiatkan dan menumbuh-kembangkan kesadaran serta pemahaman akan arti pentingnya upaya bela negara kepada setiap warga negara,” katanya.

Gubernur Olly mengajak seluruh masyarakat mendukung program bela negara. Setiap warga negara berhak dan kewajiban ikut serta dalam bela negara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menegaskan, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) wajib menjalankan bela negara sesuai profesinya.

“Bela negara bukan hanya fisik tetapi jiwanya. Bela negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara,” ujar Menhankam Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya, masing-masing profesi tentu mengajarkan berbuat yang terbaik untuk mencinta tanah air, menerapkan ideologi Pancasila, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Ryamizard juga menekankan untuk tidak memusuhi warga negara yang menganut pemikiran radikal. Ia menilai mereka masih dapat diubah dan diberdayakan sebagai kader bela negara.

“Jangan dimusuhi. Kita tinggal latih saja, ganti pemikirannya dengan Pancasila,” jelas Menhankam Ryamizard.

Dipilihnya Sulut menjadi tempat dimulainya kampanye Aksi Bela Negara 2017, alasannya karena daerah ini pintu gerbang Indonesia bagian timur. Olehnya Kota Manado tahun ini juga akan dijadikan pusat Peringatan Hari Bela Negara ke 69 pada 19 Desember 2017 mendatang.

Peluncuran aksi bela negara dihadiri Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, Sekprov Edwin H Silangen, bupati dan walikota se Sulut, jajaran Forkopimda, Ketua Umum Jaringan Bela Negara Nasional Laksamana Madya (Purn) TNI Gunadi, Ketua Jaringan Bela Negara Sulut Rocky Wowor, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa dan pelajar.(vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...