• Wed. Oct 27th, 2021

Kerusakan Manusia dan Lingkungan Berawal Dari Perilaku Individu

ByRedaksi SulutHebat

Jun 27, 2017

Oleh: Jusuf Kalengkongan

SULUTHEBAT.COM, Jakarta – Mengamati dan merasakan ketidaknyamanan hidup di Sulawesi Utara dalam dua tahun belakangan ini merupakan hasil dari perilaku kita sejak 20 tahun yang lalu. Dalam konteks kesehatan masyarakat, orang-orang di Sulut masih banyak yang belum sadar akan dampak dari perilaku tidak bersahabat dengan alam, yang setiap hari mereka lakukan. Akibatnya bencana banjir dan tanah longsor serta bencana lainnya.

Hal itu banyak merugikan. Dan orang-orang di Sulut yang jadi korban. Yang mana ini membuat modal kita orang Sulawesi Utara hilang dan tidak bisa berkembang dengan cepat ke pola hidup yang sehat. Dan Sulut menjadi lokasi daerah yang lamban berkembang menjadi daerah maju di bagian utara Indonesia ini.

Jangan kita memandang sebelah mata perilaku yang tidak benar dan kelihatannya sepele. Dampaknya terhadap permodalan kita sangat besar. Setidaknya ada beberapa modal kehidupan masyarakat yang terpengaruh; modal natural (natural capital), modal sosial (social capital) dan modal manusia (human capital). Terlebih lagi modal budaya (cultural capital) yang menjadi ciri khas dari eksistensi masyarakat adat Sulut yang hilang sebagai imbas dari perilaku masyarakatnya tidak benar atau hanya sekedar berperilaku ‘pandang enteng’.

Tanah, air, udara dan lingkungan memiliki hubungan yang penting dengan keberadaan kehidupan masyarakat adat dan perkembangan kebudayaan yang ada di daerah kita ini. Local wisdom yang di tinggalkan oleh leluhur masyarakat Sulawesi Utara untuk berperilaku mencintai alam, secara sadar banyak dengan sengaja dilupakan dan tidak dipertahankan lagi. Dengan berubahnya perilaku masyarakat Sulut, berubah pula modal sosial, modal manusia dan modal budaya yang pada jangka panjang, baru disadari karena sesuatu yang terlihat telah dihancurkan oleh perilaku ini, yaitu modal natural.

Kenapa kita hanya melihat pada kerugian yang kasat mata ini (modal natural)? Sedangkan yang sebenarnya harus disesali adalah ruginya kita akan modal sosial, modal budaya dan modal manusia yang tidak bisa kita ukur dengan angka dan grafik. Untuk kondisi yang terjadi di atas membutuhkan sikap tegas dari pemimpin dan kepemimpinan Sulut.

Pemimpin dan kepemimpinan yang peka dengan kemanusiaan, menegakkan dan memajukan modal manusia, modal sosial dan modal budaya Sulut. Bila tidak, secara masif dan terstruktur, semua modal dan lingkungan yang ada akan terus menjadi korban. Di lain pihak jika elit politik dan kepemimpinan di Sulut tidak lagi peduli, dan tidak dapat diharapkan, maka jangan heran gerakan rakyat dan komunitas masyarakat adat yang terus jadi korban, akan pasti bangkit dan menunjukkan perjuangannya untuk harkat dan martabat masyarakatnya, untuk masa depan Sulut yang berkesinambungan. (Is)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...