• Wed. Oct 27th, 2021

Mahasiswa KKT Unsrit Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba Dan HIV/AIDS

ByRedaksi SulutHebat

Jul 7, 2017
Para narasumber sedang memberikan materi. Foto: (ist)

SULUTHEBAT.COM, Minsel – Narkoba dan HIV/AIDS merupakan bahaya yang bisa merusak masa depan kaum muda. Untuk mencegah menyebarnya bahaya tersebut, KKT UNSRIT (Universitas Sariputra Tomohon) 2017 yang ditugaskan di desa Lopana, kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan menggandeng komisi pemuda dan komisi remaja GMIM Makedonia Lopana, melakukan penyuluhan pada Jumat, (7/7/2017).

Bertempat di aula gereja GMIM desa Lopana, sekitar 50 pemuda dan remaja berpartisipasi mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan mahasiswa KKT (Kuliah Kerja Terpadu). Dalam sambutan ketua Kelompok VI KKT UNSRIT 2017, Syela Tiwow menyatakan bahwa kesadaran kaum muda, terutama pemuda gereja, diperlukan untuk mengurangi peredaran Narkoba maupun penyebaran penyakit berbahaya sekelas HIV/AIDS. Dia berharap penyuluhan tersebut menambah wawasan yang akan juga disebarluaskan ke pemuda lainnya.

“Narkoba itu merusak proses kehidupan pemakai dan si penguna. Untuk pemuda dan remaja agar menghindari hal tersebut. Setiap pemuda dan remaja harus berpikir positif dan fokus terhadap pelajaran maupun pekerjaan serta mempertebal iman dan taqwa sebagai cara menghindari ancaman bahaya narkoba,” ujar Joksan Huragana S.Kep M.Kes, Wakil Rektor III Unsrit saat membawa materi penyuluhan.

John R. Batmetan MT.ITIL dari LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengembangan) Unsrit, dalam materinya juga menyinggung peran media sosial yang saat ini, berkembang pesat sangat berpegaruh dan membawa dampak positif dan negatif.

“Dampak negatif teknologi orang bisa halusinasi, bisa terlibat narsisme, materialisme maupun hedonisme. Cara menanggulanginya kita harus mengunakan teknologi sesuai tujuannya. Misalnya untuk membantu pekerjaan, untuk mencari bahan pembelajaran, bahkan bisa untuk mencari bahan khotbah, dengan demikian teknologi bisa digunakan secara efektif membantu pekerjaan manusia,” ujar Batmetan.

Fredi Tiou juga menambahkan, kegiatan ini adalah positif, apa terlebih bagi pemuda dan remaja karena teknologi sangat berpengaruh dalam perkembangan kaum muda.

“Kegiatan penyuluhan tersebut berdampak positif bagi kami terutama kalangan remaja dan pemuda. Karena pemuda dan remaja termasuk penguna alat teknologi seperti hape, laptop yang terhubung dengan internet, dimana arus informasi tak bisa dibendung. Tentu teknologi tersebut bisa saja membawa informasi yang berdampak buruk atau negatif seperti prilaku seks bebas maupun ajakan mengunakan narkoba. Oleh sebab itu perlu diimbangi dengan pemahaman pengunaan teknologi yang positif seperti yang disampaikan para pemantari tadi,” ucap Penatua remaja GMIM Makedonia Lopana ini.

Penatua Tiou juga menyampaikan, yang menarik dari acara ini adalah cara penyajian materi juga menggunakan gambar-gambar tentang dampak dari obat-obatan.
Kalo hanya sekedar khotbah tidak akan langsung bisa terima. Dengan penyuluhan yang mengunakan gambar-gambar contoh dari dampak pemakaian narkoba dan dampak dari free sex, lebih mudah membuka mata peserta penyuluhan untuk tidak sedikit pun mencoba berbagai bentuk narkoba atau hal-hal yang memabukkan,” tambah Tiou di akhir penyuluhan tersebut. (Yanli)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...