• Wed. Oct 27th, 2021
Puluhan wartawan media online anggota IWO Sulut persoalkan keberpihakkan informasi pihak Bawaslu Sulut. (foto:ist)

SULUTHEBAT.COM, Manado – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Aryaduta Manado, Senin (17/07/2017), mendatangkan kritik kalangan media online daerah ini.

Hajatan dilaksanakan Bawaslu Sulut (Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Utara), tak satupun mengundang pimpinan media online sebagai peserta, sementara hanya menghadirkan kalangan media konvensional saja.

“Kinerja Bawaslu Sulut ter-publish luas berkat kontribusi dari berita-berita media online. Dan saya menyayangkan kalau kontribusi kawan-kawan dianggap enteng mereka (Bawaslu Sulut),” tandas Ketua IWO Sulut (Ikatan Wartawan Online Sulawesi Utara), Victor Rarung, Selasa (18/07/2017).

Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka menilai, Bawaslu sebagai salah-satu penyelenggara pemilu dan Pilkada harusnya bijaksana mengakomodir peserta FGD termasuk kalangan media.

“Sesuai tema FGD kemarin, pengawasan pemilu partisipatif, artinya perlu peran semua pihak termasuk media tak terkecuali. Konteks penyebaran informasi, maka media memiliki segmen masing-masing sehingga keterlibatan media harus dibijaksanai oleh Bawaslu, jangan tebang pilih,” tukas Taufik Tumbelaka.

Menurut Tumbelaka, Bawaslu Sulut jangan terkesan menghabiskan anggaran melalui FGD sementara manfaatnya sangat minim lantaran tak tersosialisasi maksimal ke masyarakat.

Sayangnya Komisioner Bawaslu Sulut hingga berita ini diturunkan belum memberi konfirmasi resmi.(Vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...