• Wed. Oct 27th, 2021
Infrastruktur di Pulau Bangka mulai ditata

AIRMADIDI – Lepas dari masalah pertambangan, kini pulau Bangka yang berada di Kecamatan Likupang Timur (Liktim) telah diproyeksikan menjadi wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata bersama sejumlah wilayah lainnya di Likupang.

“Pulau Bangka masuk KEK Pariwisata,” sebut Kadis Pariwisata Minut, Theodore Luntungan kepada wartawan, Rabu (26/07/2017).

Dikatakan Luntungan, kawasan tersebut diminati sejumlah investor pariwisata, di antaranya Salim Group.

“Daerah ini tengah diperebutkan sejumlah investor, mereka tertarik bangun kawasan pariwisata yang terdiri dari Hotel, resort maupun sarana permainan,” kata dia.

Diakui Kadispar, jumlah turis yang berkunjung ke Pulau Bangka meningkat pesat. Tercatat hingga bulan Mei tahun berjalan sudah 12 ribu turis berkunjung ke Pulau Bangka.

“Umumnya Tiongkok, mereka yang datang ke Lihaga pasti singgah diving di sekitar pulau Bangka,” ujar Lutungan.

Lanjutnya, para turis terkesan dengan terumbu karang indah di sejumlah spot sekitar Pulau Bangka. Kasus sengketa Pulau Bangka justru membuat turis kian penasaran melihat Pulau Bangka dari dekat.

“Pulau Bangka membuat orang penasaran,” kata dia.

Bupati Minut, Vonny Anneke Panambunan (VAP) bersikeras tetap menolak pertambangan pasir besi di Pulau Bangka.

“Sejak dari kampanye lalu saya sudah tolak tambang di Pulau Bangka, dan pak Olly juga tolak pulau Bangka ada tambang pasir besi,” tandas VAP kepada wartawan.(Aji/Vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...