• Thu. Oct 28th, 2021
Ukung Tua terpilih Barry Liow.

SULUTHEBAT.COM, Amurang – Demi membahas strategi kemajuan organisasi dan regenerasi kepemimpinan, Pinaesaan Tontemboan (PITON) gelar Remu’ut Wangko (Musyawarah Besar) di desa Boyong, kecamatan Tenga, kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (27/8/2017).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-2 tahun organisasi ini dihadiri oleh sejumlah anggota utusan seluruh pakasaan (semacam kecamatan) dan ro’ong (desa).

Terpantau, mekanisme penentuan pimpinan organisasi dilaksanakan menurut tatacara pemilihan pemimpin tempo dulu di Minahasa. Tak ada kertas suara dan tak ada tahapan kampanye. Penuh kesederhanaan. Tak seperti kebiasaan organisasi modern yang sering kita lihat.

Diawali masing-masing ro’ong memusyawarahkan dan memutuskan wakil terbaik yang akan diutus sebagai calon pemimpin.  Selanjutnya para utusan, sekaligus calon itu, bermusyawarah menentukan Ukung Tua (ketua umum). Mekanisme pemilihan yang sama juga diberlakukan untuk  jabatan-jabatan lain seperti mapatik (sekretaris), meweteng (bendahara), teterusan dan paendontua (ketua bidang).

Yang mengagetkan dalam Remu’ut Wangko tersebut adalah ketika para utusan selama tiga kali, dengan suara bulat, menyepakati agar Iswan Sual tetap sebagai Ukung Tua untuk periode selanjutnya. Padahal, Sual bukan utusan ro’ong dan bukan pula calon. Situasi sempat menghangat lantaran Sual teguh dengan pendiriannya, menolak dipilih kembali.

Suasana musyawarah pemilihan pengurus PITON.

“Saya menghargai teman-teman semua yang masih menginginkan saya menjadi pemimpin organisasi ini. Tapi teman-teman juga harus menghargai saya yang sudah tak bersedia. Saya hanya ingin regenerasi.”

“Tuntutan regenerasi mengharuskan kita sebagai anggota senantiasa membekali diri agar ketika pergantian dibutuhkan, kader sudah siap. Saya ingin organisasi kita menjadi organisasi kader. Bukan organisasi massa. Kader yang benar-benar akan memajukan kebudayaan Minahasa. Saya tentu tidak akan membiarkan pengurus baru. Justru saya tetap akan melibatkan diri,” tandas Iswan.

Akhirnya, setelah berembuk kembali, Barry Liow selaku utusan Malola terpilih secara musyawarah mufakat sebagai Ukung Tu’a PITON periode 2017-2019. Direncanakan acara serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru akan dilaksanakan di desa Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (03/9/2017. (Yanli)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...