• Wed. Oct 27th, 2021
Olly dan undangan lain sedang mendengarkan orasi ilmiah Jokowi.

SULUTHEBAT.COM, Bandung – Olly hadiri acara Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad)  di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjajaran, di kota Bandung, Senin (11/9/2017). Dalam acara itu hadir juga presiden Joko Widodo menyampaikan orasi ilmiah.

Dalam kesempatan itu Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad memberikan Anugerah Padjadjaran Utama kepada Presiden Joko Widodo yang dirangkaikan dengan peluncuran buku “Menyongsong SDGs: Kesiapan Daerah-Daerah di Indonesia”.

Diketahui, Jokowi menyampaikan harapannya agar pihak universitas menjadi garda terdepan dalam memerangi informasi hoax.

“Yang paling siap untuk bisa mengantisipasi perubahan adalah perguruan tinggi dan universitas sehingga setiap masuk di universitas selalu saya sampaikan ini,” ujar Jokowi.

Salah satu perubahan besar yang disinggung Kepala Negara dalam orasinya itu ialah perkembangan media sosial yang mampu mengubah tatanan kehidupan. Bahkan, sejumlah pemimpin negara menyampaikan kepada dirinya bahwa penyebaran informasi melalui media sosial tidak bisa dihentikan sekehendak hati.

“Negara-negara bisa mengendalikan medianya (konvensional), tapi tidak bisa mengendalikan media sosial. Tidak bisa! Semua mengatakan kepada saya. Inilah keterbukaan media sosial yang universitas harus bisa mengantisipasi, harus menyiapkan SDM kita untuk bertarung dalam persaingan. Kalau tidak akan sangat berbahaya,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Perpres dengan nomor 87 tahun 2017 tersebut diharapkan mampu membangun salah satu ikhtiar antara pemerintah dan masyarakat dalam memantapkan jati diri bangsa Indonesia, baik kini dan di masa mendatang.

Melalui Perpres PPK ini, seluruh elemen bangsa didorong untuk berupaya menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya dan menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, serta budi pekerti.

“Inilah yang harus kita bentengi anak-anak kita, mahasiswa, dan semuanya, bahwa pendidikan karakter ini harus kita utamakan. Baik yang berkaitan dengan integritas, kejujuran, etos kerja, anti korupsi, toleransi, persaudaraan, dan persatuan. Ini yang wajib kita utamakan,” tuturnya.

Selain hal itu tentunya masih banyak lagi perubahan dan inovasi-inovasi baru lainnya yang menuntut kita semua untuk mengejar dan mengantisipasi semua perubahan-perubahan itu. (Iswan)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...