• Thu. Oct 28th, 2021
(Kopi Kampung disuguhkan dalam wadah tampurung disertai gula merah.)

Orang biasanya menikmati kopi (café: Prancis) dipasangkan dengan rokok (cigarette; clove cigar: Inggris) baik menikmatinya sendiri atau bersama orang lain. Di pagi hari telah menjadi budaya dunia untuk menikmati kopi. Mengapa? Kandungan kafein (cafein) di dalam kopi bisa membuat orang tidak akan merasa kantuk dengan durasi yang bergantung pada bobot zat itu. Budaya mengkonsumsi kopi berkaitan dengan orang-orang yang bekerja setiap hari. Tidur kadang menjadi simbol kemalasan sehingga pada siang hari orang-orang menghindari tidur untuk fokus dalam pekerjaan. Rokok yang mengandung nikotin (nicotine) juga berpengaruh pada relaksasi otak manusia. Dengan begitu banyak kali kopi dan rokok sangat cocok untuk orang-orang yang terlibat dalam kegiatan berpikir kritis untuk meningkatkan daya konsentrasi supaya bisa berpikir dan berdiskusi dalam waktu yang lama.

 Kopination adalah salah satu kafe[1] di Manado yang menyajikan minuman khas Minahasa, yaitu Kopi Kampung. Minuman yang diisi dalam wadah tampurung (tempurung) memberikan citra tradisional yang mengingatkan orang pada suatu masa di kampung ketika orang-orang masih menggunakan tempurung untuk meminum air, upe’ (saguer)[2], tombal[3], dan kopi tentunya[4]. Nostalgia tentang kampung halaman yang didekorasi oleh keindahan alam yang natural. Kopi Kampung bukan hanya citranya saja tetapi ketika orang mulai meneguk maka cita rasanya akan semakin memperkuat memori kita tentan

g kampung (ro’ong/wanua: Minahasa). Kenapa? Karena Kopi Kampung merangkul gula batu[5], goraka (jahe), cingke (cengkeh), dan wiluk (madu). Citra dan cita rasa Kopi Kampung sangat sempurna menjadi pemicu ingatan kita tentang masa lalu kultural Minahasa.

Orang-orang pada usia tertentu yang menikmati Kopi Kampung secara jujur mengatakan bahwa mereka teringat masa lalu dan kampung halaman. Mungkin lebih baik lagi jika Kopi Kampung dinikmati pada sore hari menjelang matahari terbenam sambil mendengar lagu-lagu kalelon[6]. (Swd)
===========================================================
[1] Kata kafe dalam pengertian awal adalah rumah kopi tapi hari ini kafe sudah bisa menyediakan banyak menu selain kopi; padahal memang kafe berasal dari kata café (Bahasa Prancis) yang artinya kopi.
 
[2] Air nira yang rasanya asam.
 
[3] Air nira yang rasanya manis.
 
[4] Ada juga yang menggunakan bulu yang dipotong menyerupai gelas modern.
 
[5] Gula merah atau juga disebut gula aren.
 
[6] Aliran musik tradisional di Minahasa yang berisi syair-syair lirik tentang kerinduan kampung halaman atau cerita tentang masyarakatnya.

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...