Home / BAKU KENAL / R.A.J. Lumenta, Tou Minahasa Si Penyelamat Garuda

R.A.J. Lumenta, Tou Minahasa Si Penyelamat Garuda

R.A.J. Lumenta.

Oleh: Iswan Sual

Ternyata ada orang Minahasa yang sangat berjasa dalam dunia penerbangan Indonesia. Sapa dia dang? Dia adalah seorang lelaki berdarah Tomtemboan, Minahasa. Orang tuanya berasal dari desa Pontak, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Nama panjangnya Reyn Altin Johannes Lumenta. Marga keluarga mereka sangat dekat dengan rumpun keluarga Wagey dan Saroinsong.

Pak Lum, sapaan akrabnya, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 26 Februari 1933.  Sumber lain menyebut dia lahir di Magelang, Jawa Tengah. Penganut Kristen Protestan ini menikah dua kali dan dikaruniai beberapa anak. Pernikahan pertamanya adalah dengan seorang wanita Belanda bernama Vermeulen. Sayangnya, konfrontasi Indonesia-Belanda terkait masalah Irian Barat, dan tugas pentingnya di penerbangan Indonesia, menyebabkan mereka pisah. Istrinya dan dua anak laki-laki mereka kembali ke negeri Kincir Angin.

Istri keduanya ialah Erica Coleen Wondal. Wanita berdarah Tomohon-Minahasa yang memberinya empat anak (satu laki-laki dan tiga perempuan).

R.A.J. Lumenta bersama istri dan anak berkunjung ke desa Pontak, Motoling, Minahasa Selatan.

Meski sibuk dan sukses, dia sempatkan diri tur dengan Motor Besar bersama-sama teman-temannya ke tanah kelahirannya,Pontak pada 1996. Karena bangganya sebagai orang Pontak keluarganya rutin pulang kampung. Pun waktu ia sudah menjabat Dirut Garuda.

Lumenta menamatkan SD di Magelang pada 1945, SMP di Magelang/Bandung pada 1949, SMA/STM Bandung pada 1950-1951. Sekitar tahun ini dia sempatbekerja sebagai montir kendaraan Inspeksi Material Angkatan Darat di Bandung. Pada 1953 ia pergi ke Belanda untuk studi.

Tamat dari “Vliegtuigbouw”  Hogere Technische School “Technicum” di Rotterdam pada 1956.  Disana ia bekerja pada perusahaan lokomotif Alan dan biro teknik Kobach. Pada 1955 ia bekerja sebagai Constructeur/Tekenaar pada Alan Spoorwegen Fabriek. Di 1956 sebagai Project Engineer pada Koeltechnisch Bureau Kobach. Studi diselesaikannya pada 1956.

Begitu ia pulang ia langsung diterima bekerja pada bagian teknik Garuda. Saat yang sama sedang persiapan mengambil alih tenaga perusahaan penerbangan Belanda, KLM. Dia menjabat Direktur utama Merpati Nusantara Airlines periode 1979-1983. Saat itu, Merpati sebagai anak perusahaan Garuda. Selanjutnya, kembali ke Garuda dengan jabatan Sekretaris Perusahaan.

Logo perusahaan penerbangan yang pernah dipimpin R.A.J. Lumenta.

Karir Lumenta di Garuda Indonesia berawal sebagai seorang insinyur Airframe and System (1957-1958). Setahun kemudian, dia dipromosikan selaku Kepala Perawatan Harian Pesawat Terbang Garuda. Lalu, Kepala Biro Pengawasan Mutu GIA di 1959-1969 Bagian Airframe & Systems Engineer Dinas Teknik Garuda pada 1957-1958. Selanjutnya menjadi Kepala Produksi GIA pada 1969-1971 dan Manajer Teknik GIA di 1971-1975 serta Manajer Logistik GIA pada 1975-1979  serta memegang berbagai posisi sesudahnya hingga 1975 tatkala dia menjadi Sekretaris Perusahaan. Dia menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia periode 1984-1988.

Selama menjabat sebagai Direktur Utama Garuda, Lumenta memimpin dengan berani demi membangun citra baru Garuda Indonesia. Langkah-langkah yang diambil diantaranya: mengganti Logo Garuda Indonesian Airways.

Pesawat Garuda Indonesia.

Langkah yang diambilnya pada 1985 itu menuai kontroversi karena menyewah konsultan-konsultan asing Landor Associates merupakan suatu proyek yang menghabiskan anggaran jutaan dollar Amerika.

Dia juga mengganti seragam para pramugari-pramugara serta awak kabin dan menerapkan 10 prinsip manusia Garuda Indonesia yang sering terpampang pada agen maupun kantor urusan penerbagan Garuda pada masa itu. Lumenta dikenal dengan solidaritasnya kepada karyawan yang punya komitmen.

Dia meningkatkan gaji pokok pegawai hingga hampir 10 kali lipat, sekitar 3% menjadi 35%. Dia pula meningkatkan frekuensi penerbangan dan destinasi, menurunkan harga tiket dan bekerja sama dengan Merpati, mengenalkan tiket valid fleksibel untuk kedua penerbangan Indonesia itu. Di bawah kepemimpinannya perusahaan mengalami popularitas dan keuntungan yang meningkat.

R.A.J. Lumenta.

Ketika ia dilantik sebagai orang pertama Garuda, November 1984, perusahaan penerbangan milik negara itu sedang dalam keadaan merugi.  Tetapi, tidak lama kemudian, Garuda tidak mengalami kesulitan dalam mencicil utang-utangnya.  Lima program yang dicanangkan Lumenta untuk membenahi Garuda adalah inovasi, membangun manusia Garuda, memantapkan pola kebijaksanaan transportasi nasional dan turisme, serta mempertinggi operasi perusahaan.

Pada 1979, Lumenta menjadi Direktur Utama Merpati dengan “mewarisi” utang Rp 8,2 milyar. Tiga tahun berikutnya, utang itu dapat dilunasi. Pulang seusai dilantik sebagai Dirut Garuda, dia kaget menyaksikan dua mobil diparkir di halaman rumahnya yang sederhana. Dua buah mobil kiriman kantor itu langsung dikembalikannya.

Dia ikut berpartisipasi dalam pendirian Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), anggota lokal dari International Amateur Radio Union (IARU).  Di ‘kamar hobi’ yang ber-AC-nya ada empat perangkat radio monitoring.

Logo ORARI, organisasi yang turut didirikan R.A.J. Lumenta.

Member Orari berkode panggil YB.027BY ini juga gemar berkendara dengan roda dua. Lumenta mengaku mampu naik sepeda motor pulang pergi Jakarta-Cirebon tanpa istirahat, kecuali singgah untuk makan dan membeli ole-ole. Setelah tur ke Eropa, Asia Tenggara dan Indonesia dengan sepeda motor tur BMW-nya, Lumenta mendirikan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), suatu asosiasi Sepeda Motor Besar di Indonesia pada 1976.

Lumenta adalah CEO Merpati Nusantara Airlines periode 1979-1983. Dia mampu meyakinkan pemerintah untuk mendanai modernisasi utama Merpati, menyelamatkan perusahaan dari hutang dan kemungkinan kebangkrutan.

Pesawat Merpati.

Lumenta dikenal sebagai sosok yang tinggi solidaritas dan dedikasinya kepada Garuda Indonesia serta paling rajin kerjanya. Dia dikenal dengan penampilan khasnya, berjaket biru dan test pen tak pernah lepas dari sakunya. Penghargaan Bunga Seroja diperolehnya pada 1976 dari Departemen Pertahanan dan Keamanan karena keterlibatan dalam urusan angkutan massal sukarelawan ke Timor Timur .

Lumenta juga gemar melukis dan fotografi hitam-putih, sekaligus pandai mencetak sendiri hasil pemotretannya. Juga sangat pandai menulis artikel dan buku dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Dia seorang yang berkarisma. Sebagai seorang eksekutif, dia jarang memakai setelan jas, dan lebih banyak diingat mengenakkan jaket biru angkatan laut, hampir selalu dengan test pen di kantongnya.

Buku-buku dan artikel yang pernah ditulis, dicetak dan diterbitkan atas usaha pribadinya antara lain; Building a New Image (1986), Aerodinamika, yakni publikasi pendidikan teknik penerbangan internal Garuda (1985), Mixtures, tentang kegiatan amatir radio berupa 11 buku mini tersebar di kalangan anggota ORARI (1982-1984), Bermotor 8.450, tentang perjalanan bermotor melintasi Provinsi-provinsi di Sumatera, Malaysia dan Thailand (1988). Ia pula menulis Medan-Padang 1.450, tentang perjalanan bermotor melintasi Sumatera Utara-Sumatera Barat pada 1992.

Logo IMBI, organisasi yang turut didirikan R.A.J. Lumenta.

Akibat penyakit komplikasi yang dideritanya, R.A.J Lumenta meninggal dunia pada Minggu 28 September 2003. Ia dikuburkan, Senin 29 September 2003 di pemakaman umum Joglo, Jakarta Barat. Lumenta meninggalkan delapan orang anak; Altin, Johan, Ronald, Alice, Joan, Rita, Lucy, Lucky. Kabar dari keluarganya, kedua istrinya, yang di Belanda dan di Jakarta, berumur panjang.

Nah, kisah hidup di atas beking torang kagum to? So pasti!!! Smoga torang so ambe yang torang perlu. Kong, jang lupa. Beking torang pe kisah sukses sandiri ne.

(Diolah dari berbagai sumber)

About Redaksi SulutHebat

Media informasi kinerja dan keberhasilan pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw

Check Also

Hari otonomi daerah, Wagub bacakan amanat mendagri

Manado – SULUTHEBAT.COM Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-23 dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara …