Home / BAKU KENAL / Semangat Waraney Dari Anak Kecil Asal Modoinding

Semangat Waraney Dari Anak Kecil Asal Modoinding

Natalino Pantow, waraney cilik asal Modoinding sementara melakukan atraksi dalam tari Kawasaran.

SULUTHEBAT.COM – Semangat berbudaya Minahasa terus bergulir, berkembang, dan meluas. Kawasaran sebagai tarian perang yang menyimpan semangat waraney kini sangat digemari oleh banyak kalangan baik dari kalangan wanita sampai anak kecil.

Natalino Pantouw adalah ‘waraney’ cilik pertama yang bermain Kawasaran di wilayah Modoinding. Semangatnya sangat luar biasa. Awal dia bermain Kawasaran tanpa dilatih karena dia sudah mengetahui semua komando dan gerakan dalam kawasaran. Kenapa? Rahasianya karena anak ini sering menonton Komunitas Pajeko Modoinding (KPM) berlatih. Melihat potensi dan semangatnya, akhirnya pemimpin Kawasaran KPM, Rifki Sagay, memutuskan mengijinkan tuama Pantouw ikut serta menari Kawasaran.

Banyak cerita unik yang didapat karena mula-mula menari Kawasaran anak ini  sering sakit setelah selesai pertunjukan dan setelah diperiksa dokter semuanya aman. Mungkin karena terlalu bersemangat jadi kelelahan ya? Tetapi semangat anak kelas 1 (satu) SD ini tidak pernah hilang. Dia terus mengikuti banyak kegiatan, mulai dari acara penjemputan pengantin sampai tampil pada Festival Potato Modoinding. Tuama Pantow tidak mengenal lelah berjalan jauh dan menari Kawasaran. Semangatnya perlu diapresiasi dan mungkin menjadi motivasi bagi yang tua-tua.

Natalino saat tampil menari bersama Kawasaran KPM.

Orang Tua dari waraney cilik sangat mendukung anaknya dalam melestarikan budaya Kawasaran Minahasa. Walaupun memang ayahnya dan ibunya sempat gelisah karena usianya yang masih dini yang akan berpengaruh pada kondisi fisiknya.

“Dia masih terlalu kecil. Tapi kami sangat mendukung anak kami untuk berbudaya Minahasa,” ujar ayahnya bersemangat pada informan media ini ketika ditemui di rumah mereka.

Saat ini Tuama Pantow telah terbiasa bermain dan menari Kawasaran dan sakitnya tidak pernah kambuh lagi. Ketika ditanya apa pesannya untuk anak-anak di tanah Minahasa Tuama Pantow bilang, “Jang momomake, jang babakalae, dengar-dengaran pa orang tua,” ujar waraney yang masih bersekolah di SD GMIM Pinasungkulan ini.

Semangat berminahasa Waraney Cilik Tuama Pantow menjadi trending topic masyarakat Modoinding dan memberi spirit kepada Tou Minahasa dalam melestarikan budaya Minahasa.

About Redaksi SulutHebat

Media informasi kinerja dan keberhasilan pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw

Check Also

Hari otonomi daerah, Wagub bacakan amanat mendagri

Manado – SULUTHEBAT.COM Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-23 dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara …