Home / Bitung / Diplomasi Dari Utara: OD Sang Penerus Sam Ratulangi

Diplomasi Dari Utara: OD Sang Penerus Sam Ratulangi

Sam Ratulangi memang visioner. Jauh-jauh hari dia sudah melihat peran Indonesia di kawasan Pasific sebagai masa depan konsensus ekonomi politik dunia. Gagasan ini ternyata dipahami betul oleh Olly Dondokambey, sang Gubernur Sulut. Karena itu, dengan perangkat networking yang dia miliki, sejumlah agenda yang sudah diwacanakan oleh para Gubernur sebelumnya hendak diwujudkan di kepemimpinan presiden Jokowi. 

Dengan kata lain, OD tak ubahnya sang Sam Ratulangie masa kini. Coba bayangkan kalau KEK Bitung, KEK Pariwisata, IHP, Jalan Tol dan Kereta Api Manado-Makasar berjalan, maka SULUT akan menjadi salah satu daerah paling vital di Kawasan Timur Indonesia. Dan itu hanya bisa terwujud di era sekarang, era di mana Jokowi menjadi presiden yang kedua kali. Artinya, Presiden Jokowi tak punya beban politik lagi, selain mewujudkan mimpi besar bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. 

Yang kedua adalah, hubungan personal antara Presiden Jokowi dan Gubernur Olly Dondokambey yang tak ubahnya antara Kakak dan Adik. Secara organisasi politik, Jokowi adalah bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan di mana OD adalah petinggi partai nasionalis tersebut. 

Tapi apakah mentang-mentang Jokowi adalah warga banteng lalu OD langsung bisa dapat prioritas? Tentu bukan. Ini karena Olly Dondokambey berhasil melakukan terobosan terutama di bidang pariwisata. Maka disini terjadilah apa yang disebut dengan SINERGITAS antara Pusat dan Daerah, karena adanya chemistry yang kuat antara kepemimpinan Presiden Jokowi dan Gubernur Olly Dondokambey.

Sekali lagi dengan kemampuan loby dan network, gubernur OD berhasil membuat Sulut menjadi magnet bagi dunia pariwisata yang sangat diminati wisatawan China, Jepang, Hong Kong, Korea dan Philipine. Dan semua itu adalah bagian dari potensi ekonomi kawasan Pasific. 

Itulah proposal utama OD, sehingga ketika Presiden Jokowi kembali dari KTT G-20 di Jepang, tak menunggu lama, Presiden pun langsung bergegas ke SULUT untuk membicarakan kelanjutan proposal OD yang belum rampung di masa Kabinet Kerja pertama. Apa itu?

Adalah, perluasan bandara Sam Ratulangi yang menjadi keniscayaan karena berjubelnya kunjungan wisatawan asing, terutama dari negara-negara kawasan Pasific tadi. Kedua, menyiapkan infrastruktur pariwisata seperti KEK pariwisata. Bersamaan dengan itu, KEK bisnis Bitung yang bakal menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dan sejumlah program pembangunan yang akan memperkuat posisi Sulut di kawasan Pasifik. 

Dan, dalam rangkah itulah, Presiden Jokowi melakukan kunjungan perdana sejak terpilih lagi sebagai Presiden usai putusan MK. 

Sebuah kunjungan yang kesannya mendadak, meski urgensinya sudah sejak lama digaungkan oleh Sam Ratulangi dan kini semakin terang benderang di era Presiden Jokowi dan Gubernur OD. Merdeka. 

About Redaksi SulutHebat

Check Also

Program intervensi pangan jajanan anak sekolah (PJAS)

pertemuan lintas sektor program intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dibuka secara resmi oleh gubernur …