Home / Index / ODSK Bawa Sulut Jadi Bintang Bersinar di Kawasan Pasifik

ODSK Bawa Sulut Jadi Bintang Bersinar di Kawasan Pasifik

Oleh: Sandra Rondonuwu.

Harus diakui bahwa gaung pariwisata sudah menggema sejak World Ocean Conferences (WOC) digelar tahun 2009 silam di era Gubernur sebelumnya. Niatnya adalah potensi wisata khususnya kelautan bisa diangkat. Adalah ide Joop Ave untuk menggelar iven tahunan agar Sulut makin dikenal pariwisatanya. 

Sebagai tokoh besar pariwisata dunia, analisa Joop Ave benar. Sulut harus mengedepankan pariwisatanya untuk bisa bersaing dalam kompetisi global. Bukan industri berat manufaktur, apalagi potensi komoditas perkebunan yang terus menurun dari waktu ke waktu. Ketika itu, Sulut sedang giat mendorong revitalisasi pertanian, dengan tiga komoditas utama; jagung, rumput laut dan VCO. 

Langkah ini tentu bagus, tapi sejumlah masalah lahan dan infrastruktur membuat gagasan ini kandas. Karena itu, sejumlah tokoh nasional asal Sulawesi Utara, seperti alm. dr. Sander Batuna cs., menggagas ide pengembangan pariwisata. 

Keluarga Batuna sendiri sudah lama dikenal sebagai pegiat wisata pantai, pioneer yang mengangkat wisata Bunaken, Likupang dan Lembeh, bahkan pada Tahun 2011, alm. dr. Hanny Batuna dinobatkan sebagai, Hero of the sea oleh lembaga internasional Ocean Geographic. 

Mereka, Sander Batuna dan Anton Supit beserta aktivis muda Sulut, Andrei Angouw dan Sandra Rondonuwu, dll., bersama-sama menggagas World Ocean Summit (WOS) yang bermetamorfosis menjadi World Ocean Conferences (WOC) yang digawangi oleh para intellectual SULUT seperti DR. Noldy Tuerah, DR. John Tasirin. 

Sejak itu, Sulut makin diperhitungkan. Bukan saja soal kemaritiman, tapi juga soal Pariwisata. Sayangnya, 10 Tahun pemerintahan SHS, belum begitu memaksimalkan pariwisata karena fokus pemerintah pusat, kala itu SBY nampaknya masih setengah hati mengembangkan Sulawesi Utara. 

Nanti memasuki era pemerintahan baru Jokowi di Tahun 2014 setahun kemudian Olly Dondokambey menjadi Gubernur Sulawesi Utara. Tak berapa lama, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw langsung menggeliat. Tak tanggung-tanggung. Satu hal yang sulit dipercaya. Mendorong direct flight dari China ke Manado. Ini sulit terwujud kalau bukan karena perlakukan khusus atau kebijakan dan terobosan regulasi dari pemerintahan Jokowi. 

Sekian puluh tahun, ada selentingan yang menyebut, sejumlah orang tidak rela Sulut lebih maju dari Makassar dan Surabaya. Karena itu, Makassar selalu menjadi prioritas pembangunan dari waktu ke waktu, dan Manado akan selalu menjadi cadangan. Bahkan penerbangan ke Papua pun transitnya harus dari Makassar. Di era Jokowi hal ini berubah. Sinerjitas Presiden Jokowi dan Gubenur OD bak kemewahan yang luar biasa. Jokowi melihat potensi kawasan Pasific terutama perniagaan di Asia Timur, dan OD berhasil membuktikan kepada Jokowi. 

4 Tahun pemerintahan ODSK, Sulut berhasil menaikkan kunjungan wisata. Kenaikan yang sangat signifikan lebih dari 500%.  Presiden Jokowi tentu takjub. 

Tapi ODSK bukan tanpa keringat. Gub OD sekuat tenaga melakukan lobi-lobi. Wagub Steven Kandouw membentuk satgas Pariwisata dan memantau langsung semua agenda pengembangan pariwisata di Sulut. Kekompakan OD dan SK pun berbuah manis. 

Pariwisata Sulut memasuki babak baru. Dengan adanya perluasan Bandara Samrat, pembangunan KEK Pariwisata, dan jalan bebas hambatan yang menghubungkan keduanya maka tak bisa dielakan lagi SULUT kini menghadap prospek wisata dunia yang sangat menjanjikan. 

Bahkan pariwisata SULUT disebut Presiden Jokowi sebagai, The Rising Star.  Dan bintang bersinar itu harus kita syukuri, meski tentu ini bukan berarti sudah selesai. Ini harus menjadi cambuk.  Kita tahu bersama, SULUT masih harus bergulat dengan masalah sampah, masalah perilaku sosial, masalah pelayanan publik. Itu semua sangat penting, apalagi Jokowi secara khusus mendorong agar ada pertunjukan budaya yang menarik setiap minggunya. 

Ini tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintahan ODSK sudah melakukan semua dengan baik dan sukses. Masyarakat jangan cuma saling menyalahkan. Kita semua menyadari masih ada sejumlah isu soal pelibatan masyarakat dan pemanfaat sumber daya lokal. Tentu ini secara simultan disertakan. 

Sudah saatnya kita semua bergandengan tangan, mapalus membangun industri pariwisata agar menjadi arus utama yang menggerakkan ekonomi SULUT dan Indonesia. Kita buktikan kalau Sulut memang basudara dalam iman, rukun, dan saling membantu apalagi selaku sesama ciptaan Tuhan untuk kemajuan Sulawesi Utara. Semoga.

About Redaksi SulutHebat

Check Also

Program intervensi pangan jajanan anak sekolah (PJAS)

pertemuan lintas sektor program intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dibuka secara resmi oleh gubernur …