ODSK Dalam “Lompatan Kuantum”

by
suluthebat.com
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.(Foto: Humas Pemrov Sulut)

(Catatan 4 Tahun – Jelang Tahun Terakhir – Pemerintahan ODSK)

Oleh : Sandra Rondonuwu

suluthebat.com
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.(Foto: Humas Pemrov Sulut)


Meng Tse, seorang bocah kecil yang tinggal bersama ibunya, sampai tiga kali berpindah-pindah tempat tinggal karena perilakunya yang sangat dikuatirkan oleh ibunya. 

Ibunya pindah dari tempat yang berdekatan dengan kuburan karena melihat Meng Tse kecil menirukan cara orang menguburkan jenazah. Di tempat kedua, ia kembali menirukan orang berjualan karena tempat mereka yang dekat dengan pasar.  Ibunya lalu berpindah ke tempat yang berdekatan dengan sekolahan dan benar Meng Tse pulang sekolah lebih awal dari biasanya.

Di kemudian hari Meng Tse menjadi salah satu filsuf yang sangat berpengaruh di Tiongkok hingga dijuluki The second sage atau guru kedua setelah Kong Hu Cu yang hidup ribuan tahun sebelumnya.

Salah satu ajarannya Meng-tse menekankan bahwa komponen paling penting dari tiap negara adalah rakyat. Bukannya penguasa. Adalah kewajiban penguasa memajukan kesejahteraan rakyat; khususnya dia harus memberikan rakyat itu penuntun moral dan dengan kondisi yang layak untuk hidupnya.

Sekali lagi, pemimpin adalah panutan. Karena itu tidak bisa tidak pemimpin harus memberikan keteladanan. Leads by example sebuah ajaran yang sudah seusia manusia di muka bumi ini.

Seorang pemimpin yang baik adalah model bagi bawahan, bagi rakyat maupun bagi semua orang. Dalam Alkitab Tuhan memberikan teladan yang sempurna dalam hal menjalankan ajaran dan prinsip prinsip kebenaran.

Tidak ada jalan lain. Teladan atau role model adalah satu-satunya cara membereskan generasi bangsa dari keterpurukan. Ada pepatah mengatakan, guru kencing berdiri murid kencing berlari. Ini jelas ingin memberikan penegasan bahwa contoh yang buruk akan semakin buruk pula bila diikuti oleh generasi-generasi selanjutnya.

Tentu kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tapi berusaha mencapai yang terbaik adalah kesempurnaan itu sendiri. Dan itulah yang coba dilakukan oleh pemimpin Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Steven Kandou (ODSK).

Selama 4  tahun memimpin Sulawesi Utara tentu tidak lepas dari berbagai kekurangan. Tetapi berusaha untuk memberikan yang paling terbaik bagi rakyat adalah prinsip utama yang sudah dilakukan oleh ODSK ini.

Kita tidak usah menyebut berapa ratus triliun dana yang sudah masuk Sulawesi Utara untuk membangun Sulut, baik itu jalan tol, pelabuhan, bandara, jalan- jalan utama, kawasan ekonomi khusus dan ratusan proyek lainnya.

Yang paling kecil saja yang kita lihat adalah bagaimana ODSK memulai satu langkah pertama saat keluar dari pintu rumah dengan doa dari keluarganya dengan penuh kasih. Bagi mereka keluarga adalah inti kehidupan untuk melatih hal-hal tentang etika, disiplin, tanggung jawab dan moralitas yang bersemai dalam wadah bernama rumah-tangga.

Rumah (keluarga) adalah negara paling sederhana dan terkecil di atas muka bumi ini. Bila rumah kita gagal diurusi, bagaimana kita bisa mengurus lingkungan, kampung, kecamatan, kabupaten apalagi provinsi.

Tak heran, dasar inilah yang membuat ODSK mampu dan kuat melakukan lompatan kuantum. Dalam tempo empat tahun ODSK sudah melakukan sejumlah hal besar, baik di bidang pembangunan, pariwisata, sosial dan keagamaan. Tentu hal ini tidak akan berhenti sampai di situ.

Bagi ODSK, hidup mereka juga adalah pelayanan. Memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat adalah hal yang utama yang sudah menjadi tugas yang wajib dijalankan. Karena itu, semua gagasan besar tentang Sulawesi Utara langsung dipancangkan untuk nanti diwujudkan. Ya, jalan tol Manado – Tomohon –  Amurang – Kotamobagu, rumah sakit internasional, pusat kawasan pertumbuhan ekonomi baru, kawasan ekonomi khusus pariwisata Likupang, KEK Bitung, jalur kereta Bitung – Makasar, bandara internasional, dan yang paling penting adalah mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dengan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan dan budaya dan tradisi.

Ini sudah jelas adalah lompatan yang sangat besar bagi peradaban Sulawesi Utara, tapi lebih dari itu, ini justru adalah teladan yang membuat anak dan cucu kita bangga. Pada suatu saat, para ibu akan mengatakan kepada setiap anak mereka; jadilah seperti Olly Dondokambey dan Steven Kandou yang jelas memberi teladannya. Sebagai mana suhu Meng Tse dulu pernah mengajarkan bahwa pemimpin yang besar karena memberikan panutannya.

Sehat dan kuat lah selalu teladan dan panutan kami semua, bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou. Selamat atas capaiannya dan semangat untuk menyelesaikan sisa kepemimpinan yang tinggal setahun. Merdeka. ***