KADISPAR HARAP PARIWISATA SULUT SIAP HADAPI NEW NORMAL

by -1,153 views
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Henry Kaitjily
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Henry Kaitjily

MANADO, suluthebat.com-Wabah Covid-19 merubah tatanan masyarakat dunia. Tidak terkecuali sektor pariwisata, dimana sektor ini termasuk yang mengalami imbas yang cukup besar, pasalnya berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia pariwisata sepi. Terkait adanya kebijakan new normal yang digelontorkan pemerintah pusat, tentunya membuka angin segar bagi sektor pariwisata, khususnya pariwisata Sulut yang dikenal dengan keanekaragaman wisatanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Henry Kaitjily mengatakan, kebijakan pemerintah Pusat dengan diberlakukannya new normal, tentunya harus dibarengi dengan sejumlah protokol kesehatan seperti mencegah kerumunan serta menggunakan masker. “Bagi para pelaku pariwisata di Sulut,  tentunya tetap menggunakan protap Covid-19. seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menggunakan hand saniitizer dan lainnya,” Kata Kaitjily di Kantor Dinas Pariwisata Sulut, Manado (8/6)/

Kaitjily menerangkan, para pengusaha pariwisata yang ada Sulut harus siap menjalankan usahanya, dengan mengacu pada protap Covid-19, dengan kesiapan bagi pelaku pariwisata tentunya berimbas kepada masyarakat. Bagi  masyarakat pariwisata sendiri terdiri dari 3 (tiga) Cluster yaitu lokal, domestik/nusantara dan masyrakat Internasional/luar.”Masyarakat lokal harus siap terdahulu dalam menyambut para wisatawan, dengan tidak menyampingkan protap covid-19,” terangnya.

Pariwisata merupakan sektor yang paling pertama terdampak Covid-19. Pandemi ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya sektor pariwisata dan itu pun terjadi di Provinsi Sulut. Berlatar pandemi Covid-19 maka Dinas Pariwisata Sulut turut memberikan bantuan bagi pelaku pariwisata yang terdampak Covid-19.” Kami memberikan bantuan bagi para pekerja pariwisata yang terkena dampak Covid-19, bantuan berupa masker, dan kebutuhan sehari-hari (Sembako).”ujar Kadis Pariwisata Sulut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengajak warga Indonesia beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona. Fase ini dikenal dengan ‘New Normal’, yakni kehidupan baru yang mengadaptasi situasi pasca-pandemi.

Meski nantinya kasus COVID-19 sudah mereda, setiap orang di seluruh dunia tetap harus waspada dengan menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, dan membersihkan diri.

Salah satu kebijakannya untuk mendorong ‘New Normal’ lewat imbauan beraktivitas kembali bagi masyarakat berusia di bawah 45 tahun. Kemudian menggulirkan wacana relaksasi PSBB.

“Artinya kita harus berdampingan (menyesuaikan diri) hidup dengan COVID-19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan COVID-19. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman,” kata Presiden Jokowi. (aji)

 

 

About Author: Redaksi SulutHebat

Gravatar Image
Media informasi dan pembelajaran segala sessuatu tentang potensi Sulawesi Utara yang sangat habat.