Gubernur Olly Buka Sejarah Perdana Penerbangan Kargo Manado-Jepang

by -619 views
Olly Dondokambey, saat melepas ekspor pertama komoditas bumi Sulawesi Utara dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita, Tokyo, Jepang

Manado, Suluthebat.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey membuka sejarah baru bagi dunia penerbangan dan sendi perekonomian Sulawesi Utara, yakni dengan dibukanya penerbangan kargo untuk ekspor directcall hasil perikanan dan produk lainnya dari Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara langsung ke bandara Narita, Tokyo, Jepang, Rabu (23/9/2020) malam.

Penerbangan kargo perdana Manado-Tokyo ini dilepas langsung oleh Olly Dondokambey dalam sebuah acara sederhana di Bandara Sam Ratulangi, tentunya dengan tetap mentaati protokol kesehatan covid-19.

“Penerbangan perdana ini bisa menggalakkan hasil-hasil laut kita dari pengusaha dan nelayan untuk diekspor. Kita harap semoga ini berjalan terus,” kata Olly dalam sambutannya.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE

Olly menjelaskan, penerbangan pesawat Garuda Indonesia A 330-200 ini, ada komoditas perikanan Sulut senilai 66.000 Dolar AS yang diangkut langsung dari Manado ke Jepang.

“Jadi dapat saya sampaikan, untuk pengiriman perdana, sebanyak 6,5 ton produk perikanan Sulut. Kemudian ditambah 4,5 ton dari Ambon dikirim dari Manado ke Bandara Narita di Tokyo Jepang,” jelas Olly.

Selain hasil perikanan, kata Olly, ada juga 100 kg sampel komoditas pertanian asal Sulut berupa nanas, bawang merah, pala dan komoditi lainnya.

Olly yang juga calon incumbent Pilkada Provinsi Sulawesi Utara 2020 sangat berterimakasih, karena penerbangan langsung Manado – Jepang ini adalah hasil dari sinergitas pemerintah daerah Sulut dengan industri pengolahan, stakeholder, instansi vertikal, serta maskapai penerbangan.

“Penerbangan langsung Manado-Tokyo akan memberi pengaruh besar terhadap pembangunan sektor kemaritiman di daerah Bumi Nyiur Melambai. Wujudkan Sulut berdikari di bidang ekonomi dan menjadi pintu gerbang Indonesia di kawasan Pasifik,” jelas Olly.

Pada kesempatan sama, CEO PT Garuda Indonesia Region IV (Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) Aryo Wijoseno mengatakan, Garuda Indonesia akan terus berusaha meningkatkan kinerja dari penerbangan Manado-Tokyo ini sebaik-baiknya.

“Kami optimis rute penerbangan Manado-Tokyo akan lancar dan akan terus meningkat kedepannya,” lanjut Aryo.

Baginya, penerbangan kargo Manado-Tokyo akan mampu meningkatkan daya saing komoditas produk dari Indonesia, khususnya Sulawesi Utara. Baik di sektor perikanan juga produk pertanian.

“Tentunya juga akan mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan daya saing produk,” jelas Aryo.

Adapun Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, layanan penerbangan baru khusus kargo dengan rute penerbangan Manado – Narita adalah bagian dari dukungan perusahaan terhadap peningkatan daya saing komoditas ekspor kemaritiman nasional dan produk unggulan ekspor lainnya melalui aksesibilitas jaringan pengiriman kargo.

Ia menjelaskan rute ini akan melayani penerbangan sebanyak 1 kali per minggu menggunakan armada A330-200, dengan kapasitas daya angkut kargo mencapai 35 ton di setiap penerbangannya.

Penerbangan tersebut juga terkoneksi langsung dengan sejumlah destinasi penerbangan lainnya seperti Jakarta, Makassar, dan Ambon.

“Pengoperasian rute penerbangan kargo ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif kami bersama Gubernur Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey dalam meningkatkan daya saing produk maritim dan hasil bumi Sulawesi Utara melalui pengembangan konektivitas jalur kargo udara dari salah wilayah penghasil tuna segar terbesar di Indonesia ini,” jelas Irfan.

Ia optimis kehadiran penerbangan kargo ini dapat menjadi langkah berkelanjutan Garuda Indonesia bersama dengan Pemprov Sulut dalam memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Penerbangan kargo ini dapat semakin meningkatkan daya saing kualitas produk komoditas kemaritiman Indonesia dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa harus melakukan transit di beberapa hub penerbangan.

“Dengan demikian kualitas dan kesegaran produk menjadi lebih terjaga, tentunya dengan cost logistik yang lebih kompetitif. Dengan demikian, harga komoditas ekspor dapat menjadi lebih bersaing di pasar global,” papar Irfan.

About Author: Redaksi SulutHebat

Gravatar Image
Media informasi dan pembelajaran segala sessuatu tentang potensi Sulawesi Utara yang sangat habat.