Dibalik Uniknya Bangunan Grha Merdeka Manado

by -48 views
Gedung Grha Merdeka Manado
Gedung Grha Merdeka Manado

 

MANADO, sulutlhebat.com– Di Kota Manado yang merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, terdapat bangunan unik dan klasik yang terletak di Jalan A.A. Maramis No 17, Kairagi Dua, Kec. Mapanget. Gedung yang bernama Grha Merdeka tersebut membuat banyak warga kota terkagum-kagum ketika melihatnya.

Bangunan yang memiliki kesan kuno tersebut menjadi perbincangan banyak warga Kota Manado, pasalnya gedung yang memiliki ornamen Jaman Doeloe tersebut didepannya terdapat patung Presiden Pertama RI Ir. Soekarno serta Panglima Besar Soedirman, dan tentunya membuat masyarakat bertanya, ini kantor atau museum pikir warga penasaran.

Memang kehadiran bangunan bergaya tempo dulu justru menjadi sesuatu yang eksotik dan unik. Tak heran bila banyak gedung bergaya Jaman Doeloe (Jadul) ini tetap dipertahankan. Malah ada juga yang sengaja membangun gedung bergaya kuno ini. Kenangan masa lalu atau ketertarikan orang dengan gaya arsitektur tempo dulu, biasanya menjadi salah satu alasan membangun rumah model unik ini.

Patung Panglima Besar Soedirman
Patung Panglima Besar Soedirman

Sebut Fanny Nasry B. BUS. M. COM selaku Chief Executive Officer di PT Sederhana Karya Jaya, yang juga owner gedung unik berlabel Grha Merdeka ini, merupakan pengusaha muda berasal dari  Manado. Dirinya sebagai pemilik Grha Merdeka mengatakan, bahwa gedung yang dibangun itu memang meniru sepenuhnya “White House”, dirinya merupakan penggemar presiden Amerika.

“Saya dari kecil penggemar presiden amerika, dan waktu saya sekolah semasa SMP  saya mengidolakan Presiden Amerika Bill Clinton, berlatar tersebut akhrnya menjadi inspirasi saya membangun gedung begaya klasik sebagai kantor di perusahaan saya,” tutur Nasry.

Dirinya mengatakan, dengan membangun gedung bergaya klasik tidak akan termakan oleh umur, dan tentunya bisa diwariskan kepada anak cucu saya dikemudian hari, agar tidak usah bangun kantor lagi.

“Banguna klasik seperti White House yang berumur sudah ratusan tahun, tidak pernah merasa tua, bahkan menjadi tempat sakral bagi masyarakat Amerika. Disamping itu dengan adanya bangunan bergaya klasik tentunya bisa menjadi ikon bagi Sulut, khususnya Kota Manado,” ungkap lelaki low profile ini.

Fanny Nasry B. BUS. M. COM selaku Chief Executive Officer di PT Sederhana Karya Jaya, yang juga owner gedung unik berlabel Grha Merdeka
Fanny Nasry B. BUS. M. COM selaku Chief Executive Officer di PT Sederhana Karya Jaya, yang juga owner gedung Grha Merdeka

Mempunyai jiwa patriotisme dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sosok lelaki penghobi beladiri Taekwondo ini membangun patung Presiden Indonesia Pertama Ir. Soekarno dan Panglima Besar Soedirman di depan gedung klasiknya.

“Saya Patriot dan Nasionalis dan mencintai NKRI, maka saya namakan kantor gedung saya bernama Grha Merdeka,” tutur pembina olah raga Taekwondo ini.

Lanjutnya, dua tokoh kemerdekaan Indonesia merupakan idola saya, dimana secara diplomasi saya menghormati Presiden Pertama Indonesia Soekarno dan secara perang gerilya saya mengidolakan Panglima Besar Soedirman.

“Kecintaan saya terhadap dua tokoh tersebut, saya apresiasikan dalam bentuk membuat pantung di depan gedung kantor saya,” ungkap lelaki yang dikenal penghobi olah raga Mixed Martial Arts (MMA).

Menurut Arsitek kondang Kota Manado Jeffry Purnama mengatakan, hal yang mengilhami orang untuk membangun gedung tempo dulu karena suka dengan gaya arsitekturnya, tetapi ada juga yang terpengaruh karena faktor sejarah.

”Sosok Fanny Nasry tergolong orang yang menghargai sejarah masa lalu dan tipe orang yang menyukai gaya arsitektur yang unik dan etnik, ini terlihat dari ornamen dan bangunan di kantornya,” paparnya.

Purnama menuturkan, konsep bangunan tempo dulu sebenarnya banyak ditemui saat kita melihat dari sudut pandang budaya. Apalagi bangunan daerah biasanya berbeda-beda karena mesti menyesuaikan dengan ciri khas daerah tersebut.

“Secara umum, bangunan yang banyak dijumpai di Indonesia adalah gaya arsitektur peninggalan Hindia Belanda atau lebih umum disebut bangunan kolonial. Biasanya keberadaan bangunan kolonial banyak menyatukan gaya arsitektur di tiap-tiap daerah karena karakteristik arsitekturnya mirip, bahkan sama di beberapa daerah,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, furniture serta ornamen foto yang terpampang disetiap dinding gedung Grha Merdeka tentunya menjawab bahwa klasik tidaklah ketinggalan jaman,”tuturnya.

Grha Merdeka sendiri sering menjadi tempat meeting baik tingkat daerah, Nasional maupun Internasional, seperti waktu lalu pernah menjadi ‘home base’ pasukan US Air Force dan TNI AU, baik untuk membahas soal latihan bersama maupun makan bersama selama berlangsungnya kegiatan “West Cope dan Iron Spear ”. (***)

About Author: Redaksi SulutHebat

Gravatar Image
Media informasi dan pembelajaran segala sessuatu tentang potensi Sulawesi Utara yang sangat habat.