• Sun. Dec 5th, 2021

FGD Sulut Hebat Seri II : Pertumbuhan Ekonomi Sulut Bisa Capai 8%

Manado, SULUTHEBAT.com – Focus group discussion (FGD) Sulut Hebat yang digagas oleh Team Pemenangan Olly Dondokambey Steven Kandow (OD-SK), Rabu (23/9), menggelar diskusi seri ke dua dengan materi merumuskan strategi ekonomi makro Sulawesi Utara kedepan.

Pengantar diskusi dibawakan oleh DR. Agus Tonny Poputra, yang mencoba memetakan sejumlah sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Menurut, Poputra, posisi Sulawesi Utara tergolong bagus karena pernah mencapai angka pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional.

Sayangnya, dari beberapa potensi tersebut seperti sektor pertanian belum digarap secara optimal sehingga kontribusi sektor pertanian dianggap belum maksimal. Sektor lain yang sangat potensial adalah pariwisata. Juga menurut Poputra ini merupakan sektor unggulan yang kalau digenjot bisa mendatangkan devisa bahkan mendorong pertumbuhan dilevel yang sangat signifikan.

“Pertanian, pariwisata dan kelautan kalau dimaksimalkan saya yakin Sulut bisa tumbuh di atas 8% pertahun, bahkan bisa lebih. Dengan kepemimpinan yang baru nanti, peluang ini akan sangat terbuka lebar,”aku Agus yang juga merupakan ekonom senior BNI.

Sementara untuk perdagangan, industry, jasa dan konstruksi relatif menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional yang saat ini memang dalam keadaan yang kurang menguntungkan. Karena itu, Poputra menghimbau agar sektor pariwisata, pertanian dan kelautan sebagai sektor keunggulan Sulawesi Utara harus menjadi focus prioritas dari pemerintahan Olly Dondokambey kedepan.

Diskusi yang dimoderatori oleh Teddy Kumaat itu juga meghadirkan sejumlah pakar, aktivis, LSM, pelaku usaha dan mahasiswa. Di antaranya adalah DR. Ivan Kaunang, DR. Gerdi Worang, DR. John Tasirin, DR. Samuel Ratag, DR. Billy Wagey, dan DR. Gene Waani. Hadir pula, ketua Asosiasi Tour and Travel Agensi (ASITA), Steven Limongan, Ketua Komunitas Seni dan Sastra Sulut, Reiner Oeintoe, Ketua Aliansi Komunitas Adat Sulut, Matulandi Supit, pelaku usaha Suryono Wijoyo dan Sekjen Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Meivy Lumangkun.

Dari diskusi dihasilkan kesimpulan bahwa ekonomi Sulawesi Utara sangat tergantung kepada figur pemimpin yang harus memiliki visi membangun Sulawesi Utara dengan tekad menyejahterahkan rakyat. ***

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...