• Sun. Oct 24th, 2021

Tahun 2016, Rp1,55 Triliun untuk UMKM

ByRedaksi SulutHebat

Jan 18, 2016

JAKARTA. Kementerian Menteri Koperasi dan UKM meminta, usaha kecil menengah yang selama ini ‎mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM diharapkan ‘naikkelas’.

“UKKM jangan jalan di tempat terkait pengembangan usahanya. Untuk naik kelas, UKM itu harus kreatif. Setelah kreativitas terpenuhi, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas. Barulah masuk ke tahap profit. Setelah profit, UKM harus tetap meningkatkan kreativitas, yang baru ujungnya bakal pula meningkatkan produktivitas dan profit,” kata AAGN Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM dalambeberapa waktu pada Temu Mitra Nasional 2015 LPDB-KUMKM, di Jakarta.

Apalagi, lanjut Menkop, suku bunga kredit LPDB pun sudah diturunkan secara signifikan. “Maka, kalau suku ‎bunga sudah turun namun masih tetap macet dalam pengembaliannya, itu namanya moralhazzard,” tandas Puspayoga. Puspayoga mengakui, ‎meski LPDB merupakan lembaga yang cukup fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan KUMKM, namun masih memiliki keterbatasan. “Salah satunya adalah belum adanya kantor perwakilan didaerah,” ungkap dia.

Oleh karena itu, kata Puspayoga, LPDB terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama di daerah. Salah satu contohnya,kerja sama yang sudah dilakukan dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Lampung, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Purworejo. “Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, penyaluran dana bergulir LPDB akan semakin cepat dan merata ke seluruh daerah,” papar Menkop.

Selain bekerja sama dengan BLUD, LPDB juga telah bekerja sama dengan Perum Jamkrindo, dan perusahaan penjamin kredit daerah (Jamkrida). Pada tahun 2016, LPDB telah menyiapkan dana sebesar Rp1,55 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial mengatakan, tujuan dari acara Temu Mitra Nasional 2015 ini adalah untuk mempererat hubungan antara LPDB dengan mitra-mitranya. Sehingga, dapat menjaga tingkat kepatuhan mitra dalam pemanfaatan dana bergulir yang disalurkan oleh LPDB.

“LPDB sebagai BLU di bawah Kementrian Koperasi dan UKM terus melakukan perbaikan sistem terutama untuk prosedural permohonan maupun pengembalian pinjaman dari LPDB,” kata Kemas. Kemas menambahkan, KUMKM sebagai mitra LPDB akan mengikuti sharing session. “Paling tidak, mereka bisa memahami secara jelas Prosedur akses pembiayaan yang terus diperbaiki guna peningkatan pelayanan kami,” kataKemas.

Sejak tahun 2008 sampai sekarang, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 4.000 mitra yang tersebar di Indonesia. “Bunga yang kami tawarkan pun cukup kompetitif, yaitu hanya sebesar 5 persen per tahun (sliding) untuk sektor riil, dan 8 persen per tahun (sliding) untuk sektor simpan-pinjam,” jelas Kemas.***

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...