• Thu. Dec 2nd, 2021

Daerah Tertinggi di Sulawesi Utara Terserang Wabah DBD

ByRedaksi SulutHebat

May 15, 2016

MODOINDING SULUTHEBAT.COM  Sepertinya tidak ada lagi daerah yang kebal terhadap penyakit demam berdarah atau sering di singkat DBD. Hal ini terlihat dari kasus yang sementara terjadi di Modoinding yang merupakan lokasi pemukiman tertinggi di propinsi Sulawesi Utara. Saat ini sedang terjadi kasus DBD, pasien yang bernama Vita Maindoka dari Desa Pinasungkulan Utara sedang di rawat di RS. Monompia yang positive DBD. Beberapa hari sebelumnya juga sudah ada pasien yang keluar dari RS bernama Merlyn Timbongol dan seorang lagi yang tidak sempat di identifikasi namanya.

Menurut informasi warga Pinasungkulan Utara sebenarnya kasus DBD sudah terjadi juga beberapa Minggu sebelumnya di Kampung Makaaruyen. Menurut warga Makaaruyen yang terkena DBD adalah Bapak Roni Makapele, Bpk Heski Tumipa, Iki Sanger, Olah Sumerah dan satu anak balita berumur Sembilan bulan yang mendapat perawatan intensif di RSU. Datu Binangkang Kotamobagu. Hal ini menjadi tanda awas kepada seluruh masyarakat Kecamatan Modoinding. Sampai saat ini belum ada penyemprotan di Kampung kami, cetus seorang anggota masyarakat Desa Makaaruyen.

Sekertaris Desa Pinasungkulan Utara, Bapak Jendry Kaseger telah mencoba mengambil langkah cepat untuk menghubungi Dinas terkait untuk mengadakan penanganan berupa penyemprotan di lokasi yang terkonsentrasi di jalan alternative Desa yaitu lorong Lobu. Tetapi sampai berita ini di tulis, belum ada penanganan dan aksi dari Dinas terkait, untuk itu dalam rapat perangkat desa di usulkan untuk dari Desa sendiri akan berupaya untuk mengadakan aksi penyemprotan, dan saat ini akan di imbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan, pembersihan dan penimbunan tempat genangan air.

Telah terjadi perubahan pola hidup nyamuk Aedes Aegypti yang biasanya hanya bertahan hidup di ketinggian 800 meter dari permukaan laut dimana Modoinding berada di ketinggian 1100 meter dpl, komentar Jusuf D. Kalengkongan MPH, yang merupakan pemerhati kesehatan masyarakat ini.

DBD disebabkan oleh virus dengue dan menjangkiti manusia lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk  Aedes aegypti yang biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi seperti di kota-kota besar yang memiliki iklim lembab dan hangat, sedangkan Modoinding merupakan daerah yang dingin dan tidak lembab sehingga seharusnya Dinas terkait, Dinas Kesehatan khususnya harus memberikan perhatian kusus untuk kasus yang ada di dataran tinggi Propinsi Sulawesi Utara ini, kata Jusuf DK dengan tegas.

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...