• Thu. Oct 28th, 2021

Bunaken, Wisata Bawah Laut Terindah di Dunia

ByRedaksi SulutHebat

Feb 7, 2017

bunaken
“KALAU ke Manado tidak lengkap rasanya jika belum ke Bunaken,” begitu yang biasa diungkap sejumlah wisawatan, baik mancanegara maupun lokal Indonesia. Bunaken memang telah menjadi salah satu ikon Manado (atau Sulawesi Utara pada umumnya). Bunaken merupakan salah satu ‘B’ yang harus ditemui wisatawan, selain B yang lain yakni Bubur dan… Bibir.

Bunaken adalah nama pulau kecil yang ada di mulut Teluk Manado, berdekatan dengan pulau Manado Tua. Belakangan nama Bunaken diambil untuk menamai lokasi taman nasional yang meliputi 5 pulau (Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage dan Nain), Pesisir Utara (Molas, Meras, Tongkaina, Tiwoho) dan Pesisir Selatan Arakan-Wawontulap (Poopoh sampai Popareng). Kawasan Taman Nasional Laut Bunaken kini berada dalam wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Utara.

Bunaken berasal dari istilah bahasa Sangihe, Wunekeng yang kata dasarnya Wuna yang berarti ‘tiba’ atau ‘sampai’. Ratusan tahun lalu para pelaut Sangihe yang suka menjelajah akhirnya tiba di pulau itu. Mereka pun menyebut pulau itu sebagai Bunaken, yang artinya kira-kira ‘sudah tiba’ atau ‘sudah sampai’.

Bunaken bukan satu-satunya nama tempat yang mengacu ke istilah dalam bahasa Sangihe Talaud. Rata-rata pulau dan lokasi yang berada di Taman Nasional Laut Bunaken berasal dari istilah bahasa Sangihe. Pulau Siladen, misalnya, juga diambil dari istilah dalam bahasa Sangihe, yang berarti ‘kandas’. Rupanya dulu, perahu yang dibawa para pelaut Sangihe sempat kandas di pulau itu. Sebagai penanda, mereka pun menamainya dengan Siladen.

Areal Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken sangatlah luas. Namun untuk wisatawan, tujuan utama biasanya adalah Bunaken, atau areal di seputar pulau Bunaken yang secara administrasi merupakan bagian dari Kota Manado.

Bagaimana ke Bunaken

Bunaken bisa didatangi dari berbagai sudut di Manado. Jarak tempuh bervariasi tergantung lokasi. Dari Hotel Santika, misalnya, jarak tempuh hanya sekitar 15 menit. Namun secara umum waktu yang dibutuhkan untuk tiba di dermaga pulau Bunaken sekitar 45 menit.

Sarana angkutan yang biasa dipakai adalah speed boat biasa, yang harga sewanya bervariasi. Speed boat ini akan mengantarkan wisatawan ke terminal Taman Laut Bunaken. Karena speed boat ini tidak punya kotak kaca untuk melihat taman laut, di terminal Taman Laut Bunaken wisatawan harus pindah kapal yang ada kacanya. Pindah kapal ini harganya sekitar Rp 100 ribu per orang.

Kapal-kapal penyeberangan yang dilengkapi kotak kaca umumnya bersih terawat dan dilengkapi jaket pelampung. Ini yang membedakan dengan kapal-kapal penyeberangan di tempat lain yang nyaris tak pernah menyediakan jaket pelampung dan tampil seadanya. Kotak kaca biasanya terletak di bagian tengah kapal sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan bawah laut seperti warna-warni karang dan berbagai jenis ikan yang berenang-renang. Jika beruntung penumpang kapal bisa melihat beberapa penyelam yang sedang menikmati great wall di dalam laut. Jadi jika wisatawan tak sempat (atau tak mau) menyelam atau snorkeling, pemandangan bawah laut pun tetap bisa dinikmati, meski jelas sensasinya berbeda.

Kapal jenis ini harganya bervariasi, tergantung kemampuan menawar. Jenis kapal ini memuat maksimal hingga 12 orang. Seperti speed boat, akan lebih murah untuk menyewa kapal ini secara berkelompok, ataupun menunggu orang yang sama-sama ingin ke Bunaken.

Jika ingin angkutan yang murah meriah, wisatawan bisa menggunakan jenis kapal Taksi. Berupa kapal penumpang yang merupakan alat transportasi penduduk di pulau Bunaken menuju Kota Manado. Biaya penyeberangan ini murah. Namun setidaknya ada 2 masalah jika menumpang kapal Taksi ini.

Pertama, adalah waktu keberangkatan. Kapal ini berangkat dari Bunaken menuju Kota Manado pagi hari sekitar jam 09.00. Waktu tempuh kapal ini sekitar 1 jam perjalanan. Perjalanan dari Manado ke Bunaken hanya satu kali sehari, sekitar jam 14.00 siang. Akibatnya, sampai di Bunaken sekitar jam 15.00.

Masalah kedua adalah terminal pemberhentian kapal taksi ini. Karena diperuntukkan untuk sarana penyeberangan bagi penduduk, maka kapal ini tidak berhenti di Taman Laut Bunakan, tetapi di sisi lain pulau, yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Hal itu sebenarnya tak menjadi masalah besar karena ada “tukang ojek” yang siap mengantar ke Taman Laut.

Pemandangan bawah air

Bagi penggila olahraga selam, nilai paling menarik dari Bunaken adalah keberadaan underwater great wall, berupa dinding dengan berbagai warna warni terumbu karang dan ikan yang berenang di sekitarnya. Tak semua laut memiliki dinding seperti di Bunaken. Ini yang menyebabkan para penggila selam mancanegara rela datang jauh-jauh untuk sekedar mencicipi sensasi ketika menyelam di great wall itu. Tercatat ada sekitar 20 titik penyelaman dan 12 di antaranya berada di sekitar pulau Bunaken

Membayangkan Bunaken adalah seperti membayangkan taman akuarium air laut raksasa. Jika akuarium ukuran 2-3 meter itu terlihat begitu indah dengan karang, anemon, bintang laut, dan berbagai ikan di sekelilingnya, maka Taman Laut Bunaken adalah akuarium raksasa.

Jika Anda berkunjung ke Bunaken, tidak cukup rasanya melihat taman laut dari atas kapal. Walaupun sudah terlihat sangat indah dengan biota laut yang beraneka warna, tetapi rasanya akan jauh lebih indah jika bisa menyentuh anemon, karang, dan ikan-ikan laut itu secara langsung.

Menyelam (diving) ke dasar laut adalah pilihan kegiatan paling tepat jika ingin menikmati Bunaken secara total. Namun, tidak sembarang orang bisa menyelam. Di samping harus ada sertifikat menyelam, juga mesti didampingi oleh pemandu. Dan yang lebih penting adalah sewa alat selam. Untuk satu set peralatan selam, wisatawan mesti merogoh sekitar Rp 1 jutaan. Belum lagi biaya peralatan dan ongkos pemandu.

Jika memutuskan untuk menyelam, lokasi diving pertama yang disarankan pemandu adalah Fukui, dive spot yang diberi nama sesuai nama penemunya yang adalah orang Jepang. Fukui point bukan berupa dinding terjal, namun lebih berupa dasar laut landai dengan sedikit tebing. Dengan kedalaman 5-30 meter dan jarak pandang sekitar 10-20 meter, Fukui menawarkan pemandangan yang menarik, seperti kerang dan Penyu raksasa serta berbagai macam karang berwarna warni yang sangat indah. Di lokasi ini dasar lautnya lumayan datar dengan kedalaman sekitar 18 meter. Dasar laut Fukui bisa dijelajahi selama 50 menit.

Setelah penyelaman pertama, wisatawan harus memberikan jeda waktu minimal satu jam sebelum penyelaman kedua untuk mencegah dekompresi, yaitu menyebarnya Nitrogen masuk ke dalam jaringan tubuh atau otak. Waktu satu jam bisa dihabiskan di pulau Bunaken untuk makan siang sambil minum es kelapa muda.

Lokasi penyelaman kedua terletak di Lekuan-2. Setelah sampai dibawah air, wisatawan tidak bisa melihat dasar lautnya, karena kedalamannya mencapai 200 meter. Bentuk dasar laut di Lekuan adalah dari tepi pantai dengan kedalaman air 10 meter, kemudian tiba-tiba ada tebing terjal sampai ke kedalaman 200 meter.

Pemandangan tebing dengan gua dan patahan di beberapa sisi benar-benar memukau. Jadi penyelam bisa berwisata air di terbing terjal tersebut yang dipenuhi berbagai flora dan fauna yang aneh-aneh dan beragam.

Di Lekuan-2 kemampuan mengontrol daya apung mutlak diperlukan.Wisatawan bisa menyelam sampai ke kedalaman 23 meter selama 40 menit, kemudian naik ke kedalaman 5 meter untuk melakukan safety stop selama 5 menit dan kembali ke atas kapal.

Titik penyelaman lain adalah Mandolin Point dan Lekuan-3. Para penyelam biasa menyebut Mandolin Point sebagai “Narc Zone” atau zona narcosis. Zona di kedalaman 30-50 meter di bawah permukaan laut menjadi andalan lokasi ini.

Di Lekuan-3, jika cuaca cerah jarak pandang bisa mencapai 40 meter dengan suhu air sekitar 29°C. Dinding curam di sisi kiri menyajikan terumbu karang yang fantastis. Ikan-ikan yang cantik, terutama yang berenang berkelompok bisa ditemui di lokasi ini.

Snorkeling

Jika enggan menyelam di laut yang dalam, wisatawan bisa snorkeling dan menjelajahi perairan yang dangkal. Jika tak punya peralatan snorkeling, wisatawan bisa menyewa peralatan yang terdiri dari kaca mata selam dan sepatu sirip, termasuk baju renang (wet-suit). Di tempat penyewaan itu juga ditawarkan kamera untuk memotret di dalam air dan sudah termasuk CD fotonya.

Foto-foto ketika melakukan snorkeling akan lebih bagus jika ada ikannya. Supaya ikan tertarik, sediakan biskuit yang bisa dibeli di Bunaken.

Biasanya, di lokasi snorkeling wisatawan biasanya akan bertemu rombongan lain yang juga melakukan hal yang sama. Suasana akan menjadi semakin ramai dan menyenangkan.

Berfoto dalam air dengan hiasan karang yang indah dan ikan beraneka warna akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Puas menyelam, wisatawan bisa beristirahat bahkan berbelanja cendera-mata di Pulau Bunaken. Di daratan pulau Bunaken banyak penjual cenderamata. Ada baju kaos, kalung, cincin, hingga gantungan kunci. Semua cenderamata yang bisa ditawar harganya itu dibuat dengan nuansa laut, semisal gantungan kunci yang terbuat dari kulit kerang dan berbentuk binatang laut seperti penyu atau ikan.

Jika haus dan ingin cemilan, tak perlu kuatir, karena terdapat warung yang menyajikan penganan ringan semacam air kelapa segar dan pisang goreng. Dan jika merasa lapar, ada juga warung yang menyediakan penganan berat seperti nasi dan ikan bakar lengkap dengan sayur dan rica-rica khas Manado yang lumayan pedasnya itu.

Di Bunaken ada restoran yang menyediakan makanan dalam sistim paket yang mencakup ikan bakar, sayur Paku (Pakis), sayur kangkung, satu gelas mineral dan rica-rica. Jika ingin minum kelapa muda wisatawan boleh pesan di tempat itu juga.

Penginapan

Ada dua pilihan untuk menginap jika ingin ke Bunaken. Pertama menginap di Kota Manado. Ada banyak hotel dengan berbagai kelas yang bisa dijadikan pilihan, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang . Jika menginap di Kota Manado, untuk menuju Bunaken tinggal naik angkot ataupun taksi menuju Pelabuhan Kota Manado, diteruskan dengan kapal ke Bunaken. Atau bisa juga memanfaatkan paket wisata laut yang biasanya disediakan hotel tempat menginap

Pilihan kedua adalah menginap di Pulau Bunaken. Sebagai sebuah pulau yang dikelilingi laut, Pulau Bunaken mempunyai garis pantai yang panjang. Dengan garis pantai yang panjang inilah, di sepanjang pantai tumbuh industri penginapan dan perhotelan, yang biasanya berbentuk cottage atau rumah-rumah tinggal. Sewa cottage bervariasi, tetapi biasanya dihitung per orang. Semakin dekat letak cottage dengan taman laut, maka semakin mahal harga sewa per orangnya.

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...