• Wed. Oct 27th, 2021

Media Harus Cegah Terorisme dan Radikalisme

ByRedaksi SulutHebat

Jun 9, 2017

SULUTHEBAT.COM, Manado – Dalam upaya mencegah dan menangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat maka Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulut menyelenggarakan kegiatan Literasi Media di Hotel Ibis Manado, Kamis (08/06/2017).

Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Steven Liow, S.Sos menghimbau agar jurnalisme menjadi media perdamaian di tengah masyarakat.

“Marilah menjadi jurnalisme damai, karena sejatinya jurnalisme damai mampu melawan dan mengurangi kekerasan seperti yang dianut paham radikal dan teroris dan mampu menjadi komponen bangsa untuk menciptakan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Liouw.

Akhir-akhir ini Indonesia dihujani berita radikalisme dan terorisme. Penyebaran gerakan radikalisme dan terorisme sedikit banyak dipengaruhi oleh kecenderungan pemberitaan media. Dijelaskan gubernur, bahwa industri media berperan untuk mencegah masuknya paham menyimpang tersebut ke Sulut.

“Peran dan tanggung jawab industri media diharapkan mampu mencegah dan menangkal masuk serta berkembangnya gerakan radikalisme dan terorisme.” tandas Liouw.

Fenomena global gerakan radikalisme dan terorisme semakin mengusik keamanan dan ketertiban negara. Salah satu bukti nyata adalah konflik baku tembak yang berkecamuk antara Militer Filipina dan Kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS di Kota Marawi.

Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Filipina, tentunya hal ini menjadi sebuah ancaman besar bagi Indonesia, terlebih Sulut yang berhadapan langsung sangat berpotensi menjadi jalur masuk, tempat transit bahkan tidak tertutup kemungkinan menjadi lokus aksi bagi pelaku terorisme.

Kegiatan Literasi Media ini turut diikuti perwakilan dari praktisi humas, dosen, mahasiswa, pelajar dan Polda Sulut. 

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...