• Wed. Oct 27th, 2021
Bupati Jabes Ezar Gaghana didampingi istri tercinta menyalami anak-anak.

SULUTHEBAT.COM, Manado – Apa rahasia sehingga Kabupaten Kepulauan Sangihe masuk kategori daerah perbatasan teraman di Indonesia?

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana SE ME mengungkapkan soal kehidupan antar umat beragama di Sangihe yang jauh lebih toleran dibanding daerah lain.

Hal itu dipaparkan Jabes Ezar Gaghana dihadapan tokoh-tokoh muslim saat melepas pawai takbiran di halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Sabtu (24/06/2017).

“Sangihe tidak ada riwayat perpecahan atau gejolak sosial karena isu agama. Toleransi di daerah kita sudah menjadi tradisi turun temurun sejak dulu kala,” ungkap Jabes.

Asimilasi lewat perkawinan sebagai indikator bahwa perbedaan keyakinan bukan persoalan lagi. Ada umat Kristen menikah dengan Islam bagitu juga sebaliknya, sehingga kekeluargaan menjadi perekat perbedaan.

“Sangihe adalah miniatur rukun dan damai di Indonesia. Sebagai Indonesia kecil, tidak ada perpecahan antar umat beragama di Sangihe oleh karena tradisi rukun sudah membudaya,” papar Bupati Jabes.

Hal itulah yang menjadikan Kabupaten Kepulauan Sangihe daerah perbatasan teraman di Indonesia. Olehnya kerukunan harus tetap dijaga, dan perbedaan keyakinan bukan lagi persoalan.

“Mari jadikan perbedaan sebagai estetika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di daerah kita,” pungkasnya.(Vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...