• Thu. Dec 2nd, 2021

DKKM Kritisi Penjurian FLS2N Di Tingkat Provinsi

(Rahadi Gedoan)

SULUTHEBAT.COM, Manado – Perlehalatan seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi yang nantinya akan dilaksanakan 16 sampai 30 Juli 2017 di semua jenjang SD hingga SMA/SMK mendatang, disinyalir improsedural dari aspek penempatan juri yang tidak kredibel.

Hal ini dikemukakan langsung ketua Dewan Kesenian Kota Manado Rahadi Gedoan, SS yang didampingi oleh Sekretaris DKKM Steven Tuwo saat di temui wartawan suluthebat.com. di Sekretariat Dewan Kesenian Manado pada Rabu (5/7/2017).

 “Seharusnya juri adalah praktisi seniman dan akademisi yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang seni dan harus melibatkan Dewan Kesenian Kota/Kabupaten yang sudah memiliki SK sah dari Walikota/Bupati,” tegas Gedoan.

Adapun seleksi FLS2N tingkat provinsi pengaturan teknis pelaksanaannya menjadi wewenang Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, mulai dari penjadwalan pelaksanaan sampai penentuan juri.

“Diduga penentuan juri ada kepentingan-kepentingan tertentu dan tidak melibatkan seniman sesuai bidang kemampuan seninya, bila hal ini terjadi maka proses seleksi tidak akan berkualitas dan bisa mempengaruhi target di tingkat nasional serta pembinaan bakat seni siswa kedepannya,” ujar Tuwo.

Seperti diketahui, jenjang seleksi FLS2N mulai dari tahapan tingkat kecamatan setiap kabupaten/kota yang dilanjutkan pada seleksi di kabupaten/kota setempat kemudian hasil terbaiknya berlomba pada tingkatan provinsi seterusnya terbaik di bawah ke tingkat nasional. (jenry)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...