• Thu. Oct 28th, 2021

Nyanyian Angsa Melantun Di Pentas Sastra 2017

SULUTHEBAT.COM, Manado – Nyanyian Angsa, puisi karya WS Rendra yang berkisah tentang sosok pelacur Maria Zaitun, melantun dalam ajang Pentas Sastra 2017, Sabtu (8/7/2017) petang. Puisi yang dibacakan Johny Sanggeroki di ruang pertunjukan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara tersebut sangat dirindukan penonton karena sarat makna religius.

“Saya berharap bisa diajak membaca puisi itu sama-sama. Nyanyian Angsa karya WS Rendra itu sebuah puisi yang istimewa. Sudah jarang dibaca di tengaj publik,” ujar Deisy Wewengkang, seorang pegiat sastra Sulut.

Johny Sanggeroki yang dikenal sebagai pegiat teater Sulut beraliran realis, mengungkapkan bahwa dirinya sangat tertarik membawakan Nyanyian Angsa karena puisi tersebut dialogis, yang menarik digarap sesuai hukum-hukum teater.

“Kekuatan realis bisa ditonjolkan melalui Nyanyian Angsa. Saya sudah lama ingin membacanya namun belum punya momentum. Baru sekarang terealisasi,” kata Johny.

Di sisi lain, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulut Supriyanto Widodo mengatakan, event Pentas Sastra di tahun 2017 ini akan menghadirkan 10 jadwal yang akan diisi dengan pertunjukan-pertunjukan menarik.

“Pentas Sastra merupakan program tahunan Balai Bahasa Sulut yang baru dimulai tahun 2016 lalu. Dalam agenda ini, ditampilkan semua hal yang berhubungan karya sastra, yaitu puisi, drama, dan prosa. Tiap tahun akan ada 10 jadwal Pentas Sastra dan dua jadwal kegiatan setiap bulan, dari Juli hingga November,” jelasnya. (jenry/swadi)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...