• Sat. Oct 23rd, 2021
Peserta acara Kalelon Night berpose bersama.

SULUTHEBAT.COM, Manado – Tradisi seni Kalelon atau Makaaruyen adalah hal luhur yang memberi warna unik dalam kehidupan masyarakat Sulut hingga ke daerah sekitar. Sampai hari ini warisan itu tetap dijaga oleh kaum yang mengaku diri tou (orang) Minahasa.

Sebagai wujud kepedulian dalam upaya pelestarian seni musik yang pernah tersohor di tahun 70-an dan 80-an itu Kopination Manado meng-host satu acara yang dinamai Kalelon Night (Malam Kalelon), Rabu, (12/7/2017). Puluhan orang pun tumpah ruah di tempat itu.

Dalam sambutannya, selaku makawale (tuan rumah), Veldy Umbas menyatakan, Kalelon adalah jati diri orang Minahasa, di dalamnya ada syair-syair yang menceritakan kerinduan terhadap orang tua, anak, tanah, bahkan berisikan doa kepada Yang Kuasa.

“Kalelon itu adalah pengingat kita akan kecintaan terhadap orang tua, tanah, bahkan kepada Pemberi Kehidupan,” ucapnya.

Acara yang digagas oleh Kopination Manado tersebut turut dihadiri berbagai macam komunitas, mulai dari organisasi masyarakat (Ormas) hingga organisasi lingkup perguruan tinggi.

Dalam kesempatan itu pula komunitas Kalelon-Makaaruyen (KAMA) menayangkan film dokumenter tentang Kalelon yang mereka peroleh dari kampung-kampung di tanah Minahasa. Selain musik Kalelon, acara ini juga dirangkaikan dengan musikalisasi puisi yang ditampilkan peserta yang hadir dan diskusi tentang sejarah dan perkembangan musik etnik Minahasa. (Yanli/Iswan)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...