• Tue. Oct 19th, 2021
Kebersamaan Komisioner Bawaslu Sulut dalam suatu kegiatan. (foto:ist)

SULUTHEBAT.COM, Manado – Pemberitaan soal media online dipandang ‘sebelah mata’ pada Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aryaduta Manado, akhirnya diklarifikasi pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut.

“Kegiatan awal itu sasaran pesertanya media cetak, akademisi, dan perwakilan Ormas. Itu sesuai program (daftar) yang ada,” ungkap Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda kepada suluthebat.com, Selasa (18/07/2017).

Sasaran dari FGD itu, lanjut Malonda, adalah pemangku kepentingan untuk menggali informasi, memetakan masalah, dan mencari solusi pengembangan pengawasan partisipatif.

“Di masa mendatang, Bawaslu Sulut akan libatkan komunitas stakeholder lainnya, termasuk media online,” jelasnya.

Komisioner Herwyn Malonda menambahkan, media online justru Sahabat Bawaslu dalam menyebarluaskan informasi secara cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat sehingga sasaran pengawasan tercapai.

“Bahkan media online akan jadi media kami (Bawaslu Sulut) untuk mendapatkan informasi awal dugaan pelanggaran pemilu,” katanya.

Jadi Bawaslu Sulut tak bermaksud abaikan media online sebab kedepannya pasti dilibatkan pada kegiatan-kegiatan pengawasan Pemilu.

Berita sebelumnya, gara-gara tak disertakan pada FGD Bawaslu Sulut, puluhan media online mempersoalkan keberpihakkan informasi para komisioner Herwyn Malonda Cs.

Bahkan Ketua IWO Sulut, Victor Rarung sempat tersinggung karena puluhan media online daerah ini tak dilibatkan pada kegiatan komisioner Bawaslu Sulut.(Vanny)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...