• Wed. Oct 27th, 2021

SULUTHEBAT.COM, Manado – Di tengah arus globalisasi dan modernitas yang semakin kencang, diperlukan kajian sosial budaya kritis-dialogis dalam upaya membangun di Sulawesi Utara (Sulut) yang berdasar pada daya kreativitas manusia.
Hal ini diungkapkan oleh seorang budayawan Benni E. Matindas dalam diskusi mimbar bebas yang digelar di Kopination Manado, Selasa (25/07/2017).
Dia menjelaskan bahwa diperlukan wadah serta ruang-ruang publik yang ditunjang oleh pemerintah serta terbuka bagi setiap komunitas masyarakat beradu visi dan misi, di mana setiap komponen masyarakat benar-benar ikut serta mengambil peran dalam pembangunan di Sulut.

“Saat Jokowi menjadi Walikota Solo, salah satu hal yang dilakukannya adalah dengan memberikan ruang, fasilitas bagi komunitas-komunitas yang berkecimpung di bidang seni, kebudayaan, dan menuangkan gagasan-gagasan kritis-kreatif.¬†Hal itu berbuah hasil dengan ¬†Pendapatan Asli Daerah (PAD) beratus kali lipat dari periode pemerintahan Kota Solo sebelumnya,” terang intelektual yang akrab dipanggil om Benni ini.

Budayawan yang juga merupakan dosen filsafat di berbagai universitas yang ada di Jawa ini berharap, ke depan forum-forum diskusi yang mengkaji soal seni, kebudayaan, pariwisata di Sulut lebih ditingkatkan demi terciptanya sumber daya manusia yang potensial untuk mengemban tanggung jawab bersama dalam membangun Sulut yang lebih hebat. (Satryano/Swadi)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...