• Tue. Oct 19th, 2021

SULUTHEBAT.COM, Manado – Demi mewujudkan cita-cita bangsa yang berprikemanusiaan dan berprikeadilan sebagaimana yang tercatum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar konsolidasi kemitraan di Hotel Whiz Prime Rabu, (02/08/2017) pagi ini.

Ketua Aman Sulut Rivo Gosal  menyampaikan, acara ini dilaksanakan atas keprihatinan terhadap masyarakat adat yang kompleks. Dan sebagai wadah perjuangan masyarakat adat di tanah Lumimuut-Toar, bertujuan untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah (PERDA) perlakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Sulut.

Acara ini dirangkaikan dengan diskusi tentang masyarakat adat yang ada di Sulawesi Utara bersama Steven Roring (Biro Hukum Pemprov), M. Arman (Divisi Hukum Aman), dan Cornelius Tangkere (Akademisi Unsrat).

Satriano Pangkey, ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyampaikan keprihatinannya terhadap hak-hak masyarakat adat yang notabene hari ini dikuasai oleh modal asing.

“Kita tak harus tinggal melihat masalah-masalah sosial hari ini. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya terhadap masyartakat dan saya berharap tujuan dari kegiatan ini akan terlaksana,” tandas Pangkey.

Diketahui kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan ormas adat Minahasa, LMND Sulut, LBH Manado, Swara Manguni Sulut, Komisi Yudisial, Aliansi Jurnalis Independen, GAMKI Sulut, beberapa media dan Sejarahwan Bode Talumewo. (Yanli/Swadi)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...