• Tue. Oct 19th, 2021
Presiden, Ibu Negara, Wakil Presiden dan istrinya beserta tiga mantan presiden dengan pakaian adat masing-masing (ist).

SULUTHEBAT.COM, Manado – Wujud dari komitmen Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia lewat berbagai program yang dikemas dengan misi revolusi mental terus meningkat. Itu nyata pula di sekitar peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 17 Agustus 2017.

Pasalnya, seantero masyarakat Indonesia dibuat kagum dengan program kejutan Presiden Jokowi. Pertama kali dalam sejarah, presiden dan wakil presiden mewajibkan undangan mengenakan baju adat nusantara. Ini tentu membangkitkan lagi semangat masyarakat untuk mencintai dan menghargai kekayaan leluhur serta mendorong usaha kreatif tradisional daerah masing-masing.

Terkait penggunaan pakaian adat di Istana Negara Presiden Jokowi mengatakan bahwa menggunakan pakaian adat menjadikan peringatan HUT RI meriah dan menunjukkan kebesaran Indonesia.

“Sebuah peringatan yang meriah dan menunjukkan kebesaran Indonesia. Saya sendiri, Ibu Negera dan Wakil Presiden, tiga mantan Presiden RI seperti di foto ini, juga para tamu undangan kompak mengenakan pakaian tradisional,” tutur Jokowi di akun medsosnya.

Hal menarik lain adalah terteranya salam khas Suluwesi Utara “Tabea dan Sansiote Sampate-pate “dalam teks pidato presiden yang dibacakan di Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara. Yang hadir pun menyambutnya dengan tepuk tangan.

“Kami sebagai warga Sulawesi Utara semakin merasa bagian dari NKRI ketika simbol-simbol daerah seperti salam khas daerah boleh digunakan oleh pemimpin negeri,” kata warga Manado yang tak mau namanya disebutkan. (Iswan)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...