• Sat. Dec 4th, 2021

Oleh: Iswan Sual

Mungkin khalayak kini kurang mengenal tokoh yang satu ini. Namanya Max Arie Wotulo. Dia terlahir di tanah Minahasa, Langowan, Sulawesi Utara pada 5 Agustus 1932.  Dia seorang matematikawan Indonesia. Mar, Max Wotulo lebih tersohor sebagai pecatur internasional.

Otaknya yang encer membuatnya berkesempatan melanjutkan pendidikan di Universitas Nasional, Jakarta dan Institut Nuklir Boris Kidric selang 1959 -1962. Lewat program beasiswa pemerintah Yugoslavia.

Tak sampai di situ saja, pada 1964 ia meneruskan belajarnya ke Universitas Beograd dan berhasil meraih gelar M.Sc. Pada 1973 program doktornya dalam ilmu matematika dari univeristas yang sama juga diselesaikannya. Dengan disertasi bahasa Yugoslavia berjudul “Osnovi i primena neregularnih spektara nove vrste”. Atau Bahasa Inggrisnya: “The Fundamental and Aplications of New Kind of Irregular Spectra.”

Keberuntungannya bertambah lagi di negara ini tatkalah Max bertemu Biyana Mitrovic, seorang perempuan Yugoslavia. Wanita lulusan Institut Pendidikan Keguruan, Jurusan Bahasa Prancis, di Beograd itu dinikahinya dan memberinya seorang anak.

Perkenalannya dengan dunia catur terjadi pada 1946. Kakaknya yang bernama A.H. Wotulo membawakan hadiah papan catur dan bidaknya untuk Max saat dia pulang berlibur ke kampung halaman. Tahap belajar catur Max pun dimulai kala itu. Kakaknya dan  buku-buku catur menjadi teman belajar. Bukan hanya catur, Wotulo juga menggandrungi permainan bridge dan sepak bola.

Wotulo menghadapi secara serentak 22 lawan dalam acara eksibisi Pesta Trade and Industrial Fair di Malaysia, 3 Desember 1976.

Wotulo memegang gelar Master Internasional saat mengikuti kejuaraan Zone X/Asia Pasifik di negara Singapura di 1970. Dia seangkatan dengan pecatur hebat lain dari tanah Batak, Baris Hutagalung. Max mewakili Indonesia di Leipzig, Havana, Siegen, Skopje, dan Buenos Aires dari 1960 hingga 1978 untuk mengikuti Olimpiade Catur.

Tak heran bila Wotulo dianugerahi Sertifikat Emas oleh FIDE,organisasi catur internasional. Sehabis itu, dia tidak lagi aktif sebagai tournament player.

“Waktu saya habis sebagai anggota pengurus FIDE, dan mengajar di berbagai perguruan tinggi,” ujarnya suatu waktu.

Jabatan Wasit Internasional dan anggota Komisi Ahli FIDE juga diembannya. Bahkan, Wotulo dilantik sebagai anggota Komisi Juri di Kongres FIDE di Thessaloniki 1984, bersama Dr. Yuri Averbach (tokoh catur Uni Soviet) dan Toran (Spanyol).

Tugas mereka adalah mengawasi kerja para juri internasional. Sebagai anggota komisi FIDE, Max sering harus mengawasi turnamen internasional di banyak negara. Ia mengurusi para jawara dunia dan grandmaster di turnamen-turnamen tersebut.

Meski giat di dunia olahraga catur, dia tak kehilangan minat dalam bidang pendidikan dan sains.

“Sebaiknya, pemain catur yang andal dapat pula menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Mereka harus dapat memanfaatkan kepandaiannya bermain catur untuk menuntut ilmu melalui pendidikan formal. Lihat saja, 60 persen pemain catur dunia mempunyai latar belakang pendidikan universitas. Bahkan banyak yang menyandang gelar doktor,” ujar Wotulo.

Wotulo berpendapat, melalui catur kita bisa membantu masyarakat sehingga bisa mereka memiliki pikiran yang terdisiplin dan analitis.

“Through chess we can help build citizens with disciplined and analytical minds,” ucapnya dalam konfrensi pers di Malaysia, 3 Desember 1976.

Di masa tuanya, Wotulo masih dipercaya pula selaku anggota Dewan Kurator ASMI, dosen tamu di Universitas Nanyang, Singapura dan Sekolah Tinggi Teologi Manado sertai ahli reaktor atom Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).

Nah, so tau to? Mudah-mudahan kisah hidup Max Wotulo, yang berasal dari dusun Langowan ini  memberi motivasi pa torang samua! Iyo noh katu’, apa re’en!

Diolah dari berbagai sumber:

http://ahmad.web.id/sites/apa_dan_siapa_tempo/profil/M/20030624-15-M_1.html

https://legendaolahraga.blogspot.co.id/2016/06/legenda-catur-indonesia.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Max_Arie_Wotulo

http://ssquah.blogspot.co.id/2009/06/chess-archive-pesta-pulau-pinang-chess.html

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...