• Tue. Oct 19th, 2021
                        Prof. Ruddy Pakasi

SULUTHEBAT.COM, Tondano – Gerakan kebudayaan Minahasa marak dan menjamur saat ini tetapi sekaligus mendapat stigma-stigma negatif. Selain itu ada juga kecenderungan rasa inferioritas terhadap budaya lokal karena hanya berkembang di wilayah masyarakat pedesaan.

Prof. Ruddy Pakasi menegaskan bahwa universitas adalah wadah yang efektif untuk mengangkat martabat budaya Minahasa. Hal itu diutarakannya pada awak media ini ketika diwawancarai pada Minggu (24/09/2017) di Perum Maesa Unima Blok D Tondano Minahasa.

“Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan sekaligus sebagai pusat kebudayaan adalah media yang dapat mengangkat martabat budaya Minahasa. Ada kecenderungan orang kampung merasa malu untuk mengangkat budaya Minahasa tradisional. Jika budaya lokal dikembangkan di lembaga pendidikan yang bergengsi seperti universitas maka akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas,” ucap mantan Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FBS UNIMA ini.

Lebih lanjut, pionir berdirinya Sanggar Seni Toar Lumimuut (S. S. Tolu) ini mengajak mahasiswa untuk membawa tarian-tarian seperti Maengket dan produk budaya tradisional lainnya ke kampus untuk dilestarikan, dikembangkan, dan disosialisasikan. (Swd)

Redaksi SulutHebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...