• Wed. Oct 27th, 2021

Kolaborasi Dengan “Frame Penjaga Budaya” ,Komunitas Terung Maalolang Menggelar Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Periode Pertama

Byadmin

Oct 3, 2021
.

Suluthebat.com – Komunitas Terung Maalolang (KTM) yang diketahui sebagai wadah pelestari kebudayaan  menggelar deklarasi dan pelantikan pengurus periode pertama yang digagas oleh “AjD Frame Penjaga Budaya”, Sabtu 2/10/2021 di Sabuah Logis Malola Satu, Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan.

Acara deklarasi dan pelantikan Komunitas Terung Maalolang dilaksanakan dengan menerapkan protap Covid 19, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Pelantikan pengurus Komunitas Terung Maalolang tersebut dilantik oleh pemerintah desa Malola Satu yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat, Jhonny Lendo. Pemerintah desa Malola Satu Melantik pengurus KTM periode pertama yakni sebagai Ketua Resky Samola, Sekretaris Gloria Pangkey dan Bendahara Resani Rondonuwu berdasarkan nomor SK 01/ktm/x/2021

Dalam Sambutan pemerintah, Jhony Lendo mengatakan kegiatan yang digagas oleh Frame Penjaga Budaya ini jarang terjadi, dimana para pemuda berinisiatif untuk melestarikan budaya. Hal ini juga diharapkan agar menjadi sarana berguna dimasyarakat.

“Saya mewakili Pemerintah sangat berbangga dan berterima kasih atas kegiatan pembentukan Komunitas ini karena yang kita ketahui banyak nilai-nilai kebudayaan yang perlu dilestarikan di desa kita seperti, tarian kabasaran, situs dan cagar budaya bahkan norma-norma etika. pemerintah berharap KTM bisa menjadi sarana pemersatu bagi masyarakat lewat seni kebudayaan dan kegiatan-kegiatan positif. ungkapnya.

Resky Samola yang didaulat sebagai Ketua atau Ukung Komunitas Terung Maalolang menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan dan memohon agar semua yang tergabung dalam KTM ini bekerja sama agar apa yang diharapkan dapat terwujud.

”Saya Berterima kasih atas amanah yang dipercayakan oleh kawan-kawan, semoga kita bisa menjalin kerjasama yang baik agar kiranya tujuan dari terbentuknya komunitas ini yaitu sebagai pelestari kebudayaan dan membangun kreatifitas dapat terlaksana. Harap Resky

Sementara itu, founder atau pendiri “Frame Penjaga Budaya” se Indonesia  Adjeng Dominica dalam sambutan virtualnya mengatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik dengan terbentuknya Komunitas Terung Maalolang (KTM), Ia juga berharap agar KTM bisa membaya kemajuan Budaya sekaligus kemajuan desa khususnya ekosistem budaya.

“Semoga dengan adanya komunitas ini bisa menjadi sarana pemersatu dan wadah kreasi seni budaya, pun juga menjadi percontohan yang baik dan positif. Ungkapnya

“Mari kita terus jaga dan lestarikan kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai luhur , kebudayan bahkanpun lingkungan kita, semoga desa Maalolang semakin maju desanya, dan damai sejaterah penduduknya. Tutupnya.

Acara tersebut dihadiri juga oleh pegiat seni budaya yang juga sebagai penggagas terbentuknya KTM, Ken Oroh, akademisi yang juga pembina KTM Steve Pangkey, S.Pd, M.Pd, Ketua Imaminsel Geofani Dion Lendo, Ketua BEM Fakultas Bahasa dan Seni, Exito Lontoh dan Mantan ketua HIPMAT sekaligus Aktivis Universitas Negeri Manado Christian Arjen Wowor.