• Sun. May 29th, 2022

Menko PMK Minta Umat Kristiani Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Covid-19 Jelang Nataru

Byadmin

Nov 28, 2021
Menko PMK Muhadjir Effendy

Jakarta, SulutHebat.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengajak umat Kristiani meningatkan kewaspadaan terhadap penularan wabah Covid-19 jelang libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

“Saya berpesan, marilah kita betul-betul meningkatkan kewaspadaan yang sangat tinggi,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Perayaan HUT Ke-160 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Sopo Del Tower Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

Muhadjir mengatakan, meskipun kasus Covid-19 di Indonesia sudah landai, tetapi wabah belum sepenuhnya usai. Apalagi, berkaca dari pengalaman sebelumnya, lonjakan kasus terjadi akibat pergerakan masyarakat yang tinggi di masa libur Nataru.

“Tentu saja, kita tidak ingin Indonesia yang sudah mengakhiri gelombang ke dua ini akan terjadi gelombang ke tiga hanya gara-gara kita tidak waspada dan tidak menaruh perhatian yang tinggi dalam upaya menangani wabah Covid-19,” tuturnya.

Seperti diketahui, sebagai langkah antisipatif dan peningkatan kewaspadaan dalam penanganan Covid-19 di masa libur Nataru, pemerintah telah meneken kebijakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia yang mulai berlaku pada tanggal 24 Desember – 2 Januari mendatang.

Dalam kebijakan tersebut terdapat pengetatan aturan dalam hal pergerakan orang untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19. Selain itu, terdapat fokus pengawasan di tiga tempat, yaitu di Gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal.

Muhadjir menambahkan, organisasi keagamaan HKBP dapat berperan membantu pemerintah dalam mendukung penanganan Covid-19 selama penerapan PPKM level 3 di masa libur Nataru.

Caranya adalah dengan mensosialisasikan dan mengimbau seluruh anggota jemaatnya yang tersebar di seluruh Indonesia agar tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer, dan pada saat ibadah perayaan Natal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya yakin kita semua sadar bahwa ini semua kita lakukan demi bangsa dan negara ini,” tandasnya.

Muhadjir mengapresiasi kontribusi HKBP di masa Covid-19 yang hadir memberikan bantuan, memberdayaan masyarakat, terutama mayarakat kurang mampu, rentan dan terkena dampak ekonomi dari Covid-19.

“Saya berterima kasih atas sumbangsih jemaat HKBP yang betul-betul punya makna besar di masa Covid-19 seperti saat ini. Perlu kerja keras kita bersama-sama untuk bisa mengantar menyelesaikan Covid-19 ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir  Devi Simatupang Pandjaitan, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Sekretaris Jenderal HKBP Pendeta DR. Victor Tinambunan, Dubes LBPP RI untuk Kanada  Daniel Tumpal Simanjuntak, pimpinan dan tokoh lintas agama, serta perwakilan jemaat HKBP dari seluruh Indonesia. (kris)