• Wed. May 25th, 2022

Bupati Bolmut Depri Pontoh : Saya Tidak Ingin Ada Sangadi Terjerat Masalah Hukum

Byadmin

Dec 3, 2021
Pelantikan Sangadi

Bolmut, SulutHebat.com- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. H. Depri Pontoh mengingatkan para kepala desa atau Sangadi agar manfaatkan setiap satu rupiah Dana Desa secara transparan dan akuntabel. Ia tidak ingin ada Sangadi yang terjerat masalah hukum.

Hal ini disampaikan Depri Pontoh saat melantik Pejabat Kepala Desa (Sangadi) 72 Desa di Kabupaten Bolmut, yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Bolmut, Rabu (1/12/2021).

“Sebagai Kepala Daerah, saya tidak ingin lagi, ada Sangadi yang terjerat hukum karena mengkriminalisai Dana Desa, ataupun hal-hal lain yang bertentangan dengan regulasi terkait tugas, fungsi maupun kode etik,” ujar Depri Pontoh.

Depri mengingatkan para Sangadi agar memanfaatkan setiap satu rupiah Dana Desa dari manapun sumbernya, secara transparan dan akuntabel, bekerja sesuai regulasi.

“Jangan melakukan pungli maupun gratifikasi,” tegasnya.

Ia meminta para Sanghadi untuk menggali seluruh potensi Pendapatan Asli Desa dan berdayakan seluruh lembaga ekonomi Desa sebagai salah satu sumber pendanaan pembagunan.

Ia juga meminta para Sanghadi untuk rajin turun ke lapangan dan memastikan semua pelayanan program dan kegiatan tepat sasaran karena hal ini akan berpengaruh besar pada tingkat kepercayaan masyarakat pada kinerja Sangadi.

Selain itu, Depri juga meminta para Sangadi untuk memprioritaskan penaganan covid-19 pada masing masing desa, dan mensukseskan program vaksinasi daerah serta lakukan upaya-upaya dalam pemulihan ekonomi desa.

Depri juga meminta para Sangadi untuk terus berinovasi dalam menjalankan roda pmerintahan, pembangunan dan pelayanan, yang pada akhirnya tetap bermuara pada upaya percepatan terwujudnya Visi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Depri mengatakan berbagai prestasi maupun kelemahan atau kekurangan dalam pelaksanaan pemilihan Sangadi selayaknya menjadi catatan dan pengalaman yang berharga bagi perbaikan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa berikutnya.

“Karena itu, marilah kita menatap hari esok yang lebih cerah dengan menata kembali retak retak dan seluruh serpihan yang telah terbentuk sebagai konsekunsi dari perhelatan demokrasi kita,” ujarnya.

Depri mengimbau para Sangadi tentang penting mereka sebagai unsur pemerintah sekaligus peran penting sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat.

Oleh karenanya, Sangadi dituntut untuk bekerja sesuai dengan asas-asas penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagaimana diatur dalam pasal 24 Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, antara lain keterbukaan, efektif, efisien, kearifan lokal dan partisipatif.

Depri mengingatkan peran penting Sangadi sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintah di desa.

“Saudara juga dituntut agar memiliki pengatahuan lebih dan mampu melakukan pelayanan yang baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membawa perubahan dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di desa,” ujarnya.

Depri mengajak masyarakat desa untuk mendukung dan membantu Sangadi terpilih dalam melaksanakan tugasnya menggali potensi yang ada untuk membangun desa. (kris)