• Sun. May 29th, 2022

Pada era Industri dan modernisasi sering sekali tak berbanding lurus dengan perluasan lahan pertanian. Pengalihan lahan pertanian menjadi infrastruktur modern memaksa menyempitnya lahan pertanian.

Akan tetapi faktor tersebut bisa disiasati dengan teknologi pertanian. Terdapat banyak teknologi pertanian yang sudah diterapkan oleh petani diantara banyaknya teknologi tersebut ada yang disebut dengan Minapadi.

Minapadi sendiri memiliki arti Mina yang merupakan ikan, dan padi yaitu padi itu sendiri. Untuk lebih jelasnya Minapadi memiliki pengertian yaitu sebuah teknik budidaya yang menggabungkan perikanan dan pertanian dalam 1 tempat dengan tujuan bisa memperoleh hasil panen dari kedua komoditas tersebut.

Pada budidaya dengan sistem Minapadi ini, dikenal terdapat 2 teknik budidaya, yaitu Minapadi Sistem Penyelang dan Minapadi Sistem Tumpang Sari dengan perbedaan ketika masa pemanfaatan lahan dan hasil produksi ikan. Untuk lebih lanjut, berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Mina Padi Dengan Sistem Penyelang

Langkah awal dalam budidaya minapadi dengan sistem penyelang yaitu persiapannya tak berbeda dengan teknik budidaya padi sawah umumnya, hanya saja ditambah dengan pembuatan parit disekeliling pinggiran pematang sawah.

Dengan lebar dan kedalaman parit tersebut bisa disesuaikan, tetapi untuk ukuran ideal bisa memakai lebar 40cm – 100cm dan kedalaman parit sekitar 60cm – 100cm.

Umumnya produksi ikan yang dihasilkan dari sistem penyelang pada Mina Padi ini ukuran ikan sekitar 3cm – 5cm dan bisa dipanen sebagai anak ikan tetapi bisa juga dijadikan untuk bibit di pembesaran ikan.

Pemanenan dari minapadi dengan sistem penyelang ini bisa dipanen sesudah masa pemeliharaan kurang lebih 20 hari atau diantara musim tanam dan musim panen padi.

2. Mina Padi Dengan Sistem Tumpang Sari

Pada Teknik budidaya minapadi dikenal dengan sistem penyelang dan sistem minapadi tumpang sari. Pada dasarnya kedua sistem tersebut menggabungkan 2 komoditas berupa perikanan dan pertanian.

Akan tetapi tentu ada perbedaan dari kedua sistem mina padi tersebut. Perbedaannya ada pada lama masa pemeliharaan ikan dan hasil produksi ikan yang siap dipanen.

Menjelaskan sedikit tentang minapadi dengan sistem penyelang lama pemeliharaannya sekitar waktu 20 harian, dan ikan yang dipanen pun ukuran 3cm-5cm atau kita sering menyebutnya dengan nama anak ikan.

Berbeda dengan minapadi sistem penyelang, sistem minapadi dengan teknik tumpang sari memiliki waktu pemeliharaan ikan lebih lama dan ikan yang dipanen juga merupakan ikan dengan ukuran besar.

Dan untuk sistem ini sama saja seperti pada sistem penyelang, pada sisi dalam petakan sawah dibuat parit dengan lebar 40cm-100cm dan kedalaman 60cm-100cm, sebab sistem tumpang sari ini sedikit lebih lama untuk pemeliharaannya, di salah satu sisi dalam lainnya dibuat dengan kedalaman antara 80cm-150cm supaya ikan yang lebih besar bisa berkumpul ketika cuaca sedang panas dan memudahkan untuk pemanenan

Bibit ikan disebar kedalam petakan sawah ketika umur padi sudah 7 hari sedangkan untuk panen ikan dilaksanakan 1 minggu sebelum panen padi dikerjakan atau saat masa pemeliharaan 90 hari ikan selesai.

Pemeliharaan ikan dengan metode minapadi tumpang sari ini tujuannya untuk pemeliharaan dan pendederan atau pembesaran ikan. Dengan mina padi ini petani bisa menambah pendapatan

Demikian pembahasan materi artikel kali ini yang berjudul “Mengenal Lebih Dekat Sistem Budidaya Minapadi”. Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. Terimakasih!

(Budz)

Redaksi Sulut Hebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...