• Wed. May 25th, 2022

Briptu Christy, Polwan DPO Polda Sulut Ditangkap di Jakarta

JAKARTA, suluthebat.com – Penyidik Polda Metro Jaya berhasil menangkap Briptu Christy, Polwan Polresta Manado yang menjadi DPO Polda Sulawesi Utara (Sulut) karena desersi. Dia ditangkap di persembunyiannya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel).

Saat ditangkap, Briptu Christy hanya seorang diri. “(Ditangkap) sendiri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Rabu (9/2/2022). Zulpan mengungkapkan, Briptu Christy ditangkap penyidik Polda Metro Jaya berdasarkan surat DPO yang dikeluarkan Polda Sulawesi Utara (Sulut) nomor: DPO/01/I/HUK 11.1/2022/Provos tanggal 31 Januari 2022. Briptu Chrisy langsung diamankan untuk diproses disiplin. “Telah diamanakan,” kata Zulpan singkat.

Diberitakan sebelumnya, Briptu Christy yang bertugas Mapolresta Manado dilaporkan mulai meninggalkan tugas atau desersi pada November 2021. Saat awal desersi, Briptu Christy sempat dinasihati Propam Polresta Manado agar kembali masuk kantor, namun dia tetap bandel dan bolos kerja.
Memasuki Desember 2021, Polresta Manado mengeluarkan surat desersi untuk Briptu Christy. Hal ini dilakukan karena Briptu Christy tak kunjung bertugas lagi meski Propam Polresta Manado sudah memberikan nasihat agar segera melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.
Kondisi itu terus berlanjut, hingga Briptu Christy dialaporkan hilang pada awal 2022. Akibatnya, Polda Sulut memasukkan Briptu Christy ke dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 31 Januari 2022.
“Untuk Briptu C ini DPO yang dikeluarkan adalah terkait dia meninggalkan tugas tanpa izin sehingga (keputusan DPO) terkait dengan desersinya, bukan terkait kasus pidana lainnya,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast.
Ditangkap di Hotel Grand Kemang
Zulpan menyebutkan Christy ini ditangkap di sebuah hotel di Kemang, Jaksel. “Benar, yang bersangkutan diamankan di Hotel Grand Kemang, Jaksel,” katanya seeperti dikutip dari detik.com. Briptu Christy dicari karena desersi. “Karena meninggalkan tugas tanpa keterangan sejak tanggal 15 November 2021 sampai dengan saat ini,” imbuhnya. Zulpan mengatakan Briptu Christy saat ini diamankan di Propam, namun akan diperiksa secara kode etik oleh Polda Sulut.
Sebelumnya Briptu Christy ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Sulut. Polisi mengatakan keputusan memasukkan Briptu Christy ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulawesi Utara (Sulut) sama sekali tak terkait dengan tindak pidana. Oknum polwan Polresta Manado itu masuk DPO murni karena kasus desersi.
Jules mengatakan DPO memang tak hanya dikeluarkan bagi pelaku pidana. Dalam kalangan internal kepolisian juga terdapat status DPO bagi anggota yang desersi, seperti kasus Briptu Christy.
“Sekian lama, sekian tahun kita mengeluarkan DPO kalau ada anggota yang kabur yang desersi,” kata Jules. Terkait dengan Briptu Christy yang tiba-tiba desersi, Jules mengaku pihaknya belum mendapatkan jawaban lebih lanjut. Pihaknya bakal melakukan pendalaman lebih lanjut apabila Briptu Christy sudah ditemukan.(*)