• Sun. May 29th, 2022

JAKARTA, suluthebat.com – Indonesia resmi menandatangani kesepakatan dengan Prancis untuk membeli enam pesawat tempur Rafale sebagai bagian dari total pesanan sebanyak 42 pesawat, seiring Paris memperkuat hubungan militer di Asia-Pasifik.

Kesepakatan itu diumumkan saat Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan timpalannya dari Prancis, Florence Parly di Jakarta, hari Kamis, (10/2/2022). “Kami sepakat pembelian 42 Rafale. Kontrak yang ditandatangani hari ini untuk enam unit pertama, yang akan disusul 36 lainnya,” kata Menhan Prabowo Subianto

Penandatanganan ini adalah pertanda terbaru dari hubungan yang menghangat antara Jakarta dan Paris, ketika Prancis memikirkan ulang aliansinya di kawasan itu setelah runtuhnya kesepakatan kapal selam Australia bernilai miliaran dolar pada bulan September.

Paris sangat marah dengan keputusan Australia yang dianggap sebagai menikam dari belakang atas kesepakatan dengan Prancis, dan mengatakan tidak ada peringatan maupun pemberitahuan bahwa Canberra sedang merundingkan pakta pertahanan baru dengan Amerika Serikat dan Inggris.

Australia sekarang memperoleh kapal selam bertenaga nuklir sebagai bagian dari aliansi pertahanan baru, bernama AUKUS, bersama Washington dan London untuk melawan kebangkitan China. Pada bulan November, Prancis dan Indonesia memperkuat perjanjian kemitraan strategis selama kunjungan dua hari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ke kepulauan Asia Tenggara yang luas.

Pesanan pertama Indonesia untuk pesawat tempur Prancis datang ketika Jakarta menggantikan armada yang menua – sebagian besar terdiri dari F-16 Amerika dan Sukhoi Rusia, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan Amerika Serikat – China di Asia.

Keunggulan teknis
Di Jakarta, Parly mengatakan kepada wartawan, Indonesia memilih pesawat tempur yang dikenal dengan “keunggulan teknisnya”, yang telah menunjukkan “kemampuan operasionalnya dalam banyak kesempatan”, demikian seperti dikutip dari Kompas TV. Indonesia juga dilaporkan dalam negosiasi untuk membeli sekitar 30 F-15EX Amerika, dan berpartisipasi dalam program Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur.

Sejak kesepakatan penjualan kapal selam kepada Australia runtuh, Prancis agresif memperkuat hubungan dengan mitra lama termasuk Jepang dan India, serta beralih ke negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia.

Indonesia adalah salah satu dari beberapa negara Asia yang menyatakan keprihatinan tentang pakta AUKUS, dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memperingatkan hal itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.

Pesawat Dassault Aviation Rafale, yang mulai beroperasi pada tahun 2004, terbukti populer di pasar internasional meskipun ada persaingan dari pabrikan Amerika dan Eropa lainnya. Uni Emirat Arab menandatangani pesanan terbesar yang pernah ada pada bulan Desember untuk membeli jet tempur Rafale, dengan kesepakatan untuk membeli 80 seharga 14 miliar euro. Klien asing lainnya termasuk Qatar, India, Mesir, Yunani dan Kroasia.(*)