• Wed. May 25th, 2022

Polda Ringkus Komplotan Pemeras-Pencuri Uang di Sangihe, Oknum Polisi Terlibat

MANADO, suluthebat.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulut melalui satuan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mengamankan komplotan pelaku tindak pemerasan dan pencurian uang dengan kekerasan, senilai ratusan juta rupiah yang terjadi di wilayah Tahuna, Kabupten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno dalam press conference di Mapolda, mengungkapkan, penanganan kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/63/II/2022/SULUT/SPKT, tanggal 14 Februari 2022.  “Pelapornya Arthur Lumain, Agus Cikwan, dan Eduard Van Beren. Sedangkan terlapornya berinisial RW dan kawan-kawan,” ujarnya, didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Dirreskrimum Kombes Pol Gani Siahaan, serta Kabid Propam, Kombes Pol Marlien Tawas.

Menurut Irjen Pol Mulyatno, tindakan para terlapor melanggar pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun, pasal 333 KUHP yaitu penyekapan dengan ancaman 8 tahun penjara, serta pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

“Barang bukti uang tunai yang  dikumpulkan ada sekitar Rp167.799.000, lalu bukti transfer pengiriman uang ke rekening atas nama Glentiko Christo Sawotong, buku tabungan BRI atas nama Glentiko Christo Sawotong. Sedangkan tempat kejadian perkaranya di Pelabuhan Tahuna dan sebuah hotel di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, antara tanggal 13 sampai dengan 14 Februari 2022. Modusnya menagih hutang,” jelas Irjen Mulyatno, Sabtu (19/2/2022).

Kronologinya, lanjut Kapolda  Mulyatno, pada hari Minggu (13/02/2022) sekitar pukul 16.30 Wita saat korban dan kawan-kawan memasuki pintu pemeriksaan tiket kapal di Pelabuhan Tahuna, tiba-tiba dua orang yang tidak dikenali oleh korban langsung datang mendekat, lalu menarik korban (pelapor) bernama Arthur Lumain dan temannya Eduard L. Van Beren untuk masuk ke mobil pelaku. “Setelah itu, para korban dibawa pelaku ke sebuah hotel di Tahuna, dan disekap dalam kamar di lantai dua. Selanjutnya, uang tunai sejumlah Rp480 juta yang berada di dalam tas korban dirampas pelaku dan kemudian dipaksa melakukan transfer ke salah satu rekening yang diberikan pelaku, jumlahnya Rp130 juta,” beber Irjen Pol Mulyatno.

Kemudian pada Senin (14/02/2022) sekitar pukul 08.30 Wita, korban dibawa pelaku ke Bank BRI Cabang Tahuna dan dipaksa melakukan penarikan uang sejumlah Rp115 juta dari rekening milik korban, dan kemudian mengambil uang tersebut. “Setelah itu para pelaku mengantar korban ke Pelabuhan Tahuna untuk berangkat menujuManado. Atas perbuatan ittu, para korban mengalami kerugian total sebesar Rp725 juta,” tutur Irjen Pol Mulyatno.

Sementara Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan ditengarai   ada tujuh orang pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut, dan saat ini yang sudah ditangkap enam orang. “Dari enam orang pelaku yang diamankan, satu sedang dipemeriksa dan yang satunya menjalani isolasi karena terpapar Covid-19,” katanya.

Dirreskrimum Polda Sulut,  Kombes Pol Gani Siahaan, tak menampik dugaan adanya oknum anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut. “Dari hasil penyelidikan dan penyidikan serta barang bukti yang ditemukan, memang betul ada dua oknum anggota Polri yang terlibat dalam perkara ini. Peran keduanya berperan aktif dalam melakukan intimidasi, dan menerima hasil dari kejahatan pemerasan ataupun pencurian dengan kekerasan yang dilakukan para pelaku,” katanya.

Dijelaskan Kombes Pol Gani Siahaan, motif yang dilakukan para pelaku, bermula dari hutang piutang antara korban dengan salah satu pelaku. “Kemudian salah satu pelaku meminta bantuan dari salah satu residivis beserta teman-temannya untuk memantau keberadaan korban. Diduga hutang piutang ini sudah tiga tahun. Para pelaku melakukan intimidasi dan kekerasan melebihi hutang antara korban dengan salah satu pelaku. Semua dilakukan secara terencana,” ujar Kombes Gani..

“Awalnya motifnya hutang piutang, tapi para pelaku mengintimidasi, memeras melebihi dari hutang tersebut, disertai dengan ancaman. Untuk dua oknum Aanggota Polri ini, tetap kita tindak tegas, sebagaimana amanat Bapak Kapolri, kita tidak pandang bulu, akan dipidana,” tegas Kombes Pol Gani Siahaan.

Dituturkan Kombes Pol Gani Siahaan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat. “Tanggal 15 dan 16 Februari, kita menangkap empat pelaku pertama, di Minahasa, kemudian di Manado, bahkan ada di Minahasa Selatan, seluruhnya ditangkap di wilayah Sulawesi Utara. Penangkapan ini berhasil dilakukan juga berkat rekaman CCTV di hotel dan bank di Tahuna,”paparnya.

Ketujuh pelaku, terang Kombes Pol Jules Abraham Abast seluruhnya laki-laki dengan inisial RW alias A, lalu JK, AK, OS, GM dan MF (oknum Anggota Polri). “ BT ini sedang kita kejar,” tegasnya. Sementara di akhir penjelasan, Kapolda Irjen Pol Mulyatno kembali menegaskan, setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran, pasti ditindak tegas. “Apakah itu pelanggaran disiplin, etika profesi, apalagi pidana, akan ditindak tegas sesuai peraturan hukum yang berlaku,” tandasnya.(*)