• Wed. May 25th, 2022

Lebam Dikeroyok, Ketum KNPI: Pelaku Orang Suruhan untuk Bunuh Saya

JAKARTA, suluthebat.com – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, mengungkapkan dirinya enggan berspekulasi terkait dalang di balik pengeroyokan yang dialaminya. Dia meyakini pelaku merupakan orang suruhan yang diminta untuk menghabisi nyawanya.

Hal itu dipaparkan Haris saat hadir sebagai saksi sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ferdinand Hutahaen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Saya tidak ingin berspekulasi, soalnya ada beberapa kasus yang DPP KNPI sedang concern sedang suarakan,” kata Haris kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).
Untuk itu dia berharap kepolisian dapat bergerak cepat untuk menangkap para pelaku agar motifnya segera terungkap.
“Saya berharap untuk [pelaku] bisa segera tertangkap karena saya sangat yakin bahwa pelaku tersebut dibayar untuk menghabisi nyawa saya karena ada bahasa kalimat ‘bunuh’ dan ‘mati’ saat ia memukuli kepala saya,” tutur Haris. “Karena bagian tubuh yang mereka hantam mereka incar itu hanya kepala belakang sama depan muka saya,” pungkasnya.
Sehari sebelum sidang Haris dikeroyok oleh orang tak dikenal di depan Rumah Makan Garuda Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022). Haris menerangkan pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB saat dirinya baru saja turun dari kendaraan. “Dihajar dan dipukul oleh orang tidak dikenal lebih dari tiga orang, diduga sudah diikuti sejak dari rumah, pada saat di parkiran rumah makan di daerah Cikini, orang tersebut menghajar dengan batu dan benda tumpul lainnya,” tuturnya. Setelah melakukan pemukulan, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor. Haris pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Menteng.
Sebelumnya, Haris melaporkan Ferdinand setelah akun Twitternya @FerdinandHaean3 sempat melontarkan cuitan “Kasihan sekali Allah-mu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allah-ku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allah-ku tak perlu dibela,”. Namun, cuitan kontroversial itu telah dihapus di sosial media Twitternya. Ferdinand mengklaim cuitan itu dibuat hasil pergumulan pribadinya yang tengah menderita penyakit menahun. Penyakit itu diklaim sangat mempengaruhi kesadarannya. Proses hukum berjalan dengan cepat hingga naik ke level penyidikan. Dua hari setelah dilaporkan, Ferdinand diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (11/1/2022). Dia lalu ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Polisi kemudian menangkap pelaku. “Betul,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Selasa (22/2/2022) Zulpan belum menjelaskan lebih lanjut berapa pelaku yang berhasil diringkus termasuk motif dan kronologi penangkapan. “Nanti jam 3 dirilis,” ucap Zulpan,demikian dikutip dari CNNIndonesia.com.(*)