• Sun. May 29th, 2022

Jokowi Resmikan 2 PLTA Berkonsep EBT

POSO, suluthebat.com – Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, masing-masing PLTA Poso, di Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah yang berkapasitas 515 megawatt (MW) dan PLTA Malea di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berkasitas 90 MW. Ini adalah pembangkit listrik pertama di Indonesia Timur dengan konsep Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dua PLTA yang diresmikan Jumat (25/2/2022) pagi itu, selain untuk mendukung  pasokan listrik di Sulawesi, juga merupakan pembangkit ramah lingkungan ini, sebagai bukti komitmen Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 dalam mempercepat transisi energi hijau dan mendukung pencapaian target net zero emission pada 2060. Dengan beroperasinya dua PLTA itu, sistem kelistrikan di Sulawesi meningkt menjadi 38,38 persen.

Saat meresmikan kedua proyek tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan kegembiraannya bahwa Indonesia mulai mengoperasikan pembangkit listrik dengan menggunakan sistem EBT, yang menjadi bukti Indonesia aktif melakukan transisi energy. “Saya senang sekali, karena dengan ini global jadi tahu. Kita ajak semua Negara untuk menggeser penggunaan energy fosil, utamanya batubara, ke nrgi hijau,” katanya.

Presiden mengatakan, potensi Indonesia dalam mengembangkan EBT sangatlah besar, seperti hydropower an geothermal yang potensinya mencapai 418 GW. Selain itu, ada solar, angin hingga arus laut. “Semuanya ada di Negara kita, tinggl bagaimana menggeser penggunaan batubara ke energy hijau, ini bukan pekerjaan mudah karena banyak sekali PLTU kita,” ujar presiden.

Dua PLTA yang dibangun ini merupakan pembangkit EBT terbesar di Indonesia Timur. PLTA Poso dibangun sekaligus dioperasikan oleh PT Poso Energy  bersama anak usaha Kalla Grup. Sementara PLTA Malea yang berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Tengah, dikembangkan PT PT Malea Energy, anak usaha PT Bukaka Teknik Utama.

Sementara, Direktu Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan pengoperasian dua PLTA ini membuktikan kolaborsi strtegis PLN dengan produsen listrik swasta dalam mempercepat transisi energy di tanah air. “Dalam mengakselerasi EBT berskala besar ini, PLN perlu berkolaborasi, baik bersama BUMN maupun swasta,: ujarnya.

Nantinya, PLTA yang memanfaatkan arus sungai ini akan dimaksimalkan sebagai pembangkit peaker yang dioperasikan selama waktu beban puncak antara pukul 17.00 hingga 22.00 dengan exclusive commited energy sebesar 1.669 giga watt hours (GWh) per tahun. Selain itu, PLTA Poso telah interkoneksi dengan saluran transmisi 275 Kv ke Provinsi Sulawesi Selatan dan tersambung dengan saluran transmisi 150 Kv ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Ini juga untuk mendukung banyaknya industry smelter di Sulawesi yang butuh pasokan listrik besar,” tambahnya. Sedangkan PLTA Malea yang memanfaatkan arus sungai Saddang, bakal menambah keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan. Support dua PLTA ini akan membuat cadangan dayaa sistem Sulawesi Bagian Selatan menjadi 591,5 MW dengan beban puncak 1.517,6 MW dan daya mampu 2.109,1 MW.(*)