• Sun. May 29th, 2022

PUPR : Bendungan Lolak Mei, Kuwil Beroperasi Agustus 2022

MANADO, suluthebat.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow dan BendunganKuwil di Kabupaten Minahasa Utara,, keduanya di Provinsi Sulawesi Utara; selesai dibangun dan dapat dioperasikan pada Mei dan Agustus tahun 2022 ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan Bendungan Kuwil telah mencapai progress 76 persen, sedangkan Bendungan Lolak hampir 90 persen. “Sekitar Agustus Kuwil sudah bisa diisi air, sedangkan Lolak pada bulan Mei tahun ini juga” jelasnya, Jumat (25/2/2022) di laman Kementerian PUPR.

Bendungan Kuwil yang pembangunannya dilaksanakan sejak tahun 2016 berbiaya total Rp 1,9 triliun itu memiliki debit 470 meter kubik per detik dengan fungsi utama untuk pengendalian banjir di Kota Manado juga sebagai penyedia air baku di tiga daerah, masing-masing Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung sekaligus menyuplai kebutuhan air di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Selain itu, bendungan inipun menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 2×070 megawatt (MW) dan juga untuk kepentingan pengembangan pariwisata

Pembangunan Bendungan Kuwil tamanya bertujuan untuk mengendalikan banjir Kota Manado dan sekitarnya dengan debit 470 meter kubik per detik. Sebelumnya, kota tersebut pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014. Di samping pengendalian banjir, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga bermanfaat bagi penyediaan air baku di Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung, serta Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter per detik.

Lalu, bendungan inipun sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan kapasitas 2 x 0,70 megawatt (MW), dan pengembangan pariwisata. Karena itu rancangan Bendungan Kuwil disiapkan untuk mampu menampung  23,4 juta meter kubik dengan luas genangan 139 hektar.

Pembangun bendungan ini terbagi atas tiga paket pekerjaan konstruksi di mana yang pertama dikerjakanPT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA-PT Daya Mulia Turangga dengan skema kerja sama operasi (KSO). Paket kedua oleh PT Nindya Karya (Persero), dan selanjutnya KSO antara WIKA dan Nindya Karya. Sedangkan pembangunan Bendungan Lolak, kkontraknya dibagi dua,    senilai Rp 830 miliar dikerjakan PT PP (Persero) Tbk, dan paket kedua  senilai Rp 821 miliar dikerjakan bersama PP dan Ashfri Putralora, juga dengan skema KSO

Sementara, Bendungan Lolak yang memiliki  areal genangan seluas 97,5 hektar, direncanakan mampu mengairi  irigasi seluas 2.214 hektar. Bendungan di Kabupaten Bolaang Mongondow inipun disiapkan untuk, mendukung pasokan air baku 500 liter per detik, pariwisata, konservasi air, dan tenaga listrik 2,43 MW.(*)