• Sun. May 29th, 2022

Lagi Petani Cap Tikus Nyaris Ditangkap, Kumtua Malola 1 Pasang Badan Bela Warganya

ByRedaksi Sulut Hebat

Mar 3, 2022

Minsel, suluthebat.com – Cap Tikus adalah minuman tradisional beralkohol yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat minahasa sejak dulu, di wilayah Minahasa Selatan (Minsel) banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil pengelolaan cap tikus, namun saat ini nasib petani semakin terancam dikarenakan sering ditangkap polisi karena melakukan penjualan cap tikus.

Seperti yang terjadi di Desa Malola Satu Kecamatan Kumelembuai sekitar pukul 03:00 hari Kamis 03/03, salah satu petani captikus nyaris di tangkap petugas yang diduga anggota polisi dari gorontalo bekerjasama dengan polres minsel, Namun tindakan tersebut digagalkan masyarakat desa yang tidak terima tindakan aparat yang akan melakukan penangkapan kepada sesama masyarakat.

Tidak hanya masyarakat tapi juga mengundang respon Pemerintah Desa yaitu Hukumtua Desa Malola Satu Cianly Liando M. Pd, yang turun langsung di di lokasi dan mengamuk kepada petugas karena tidak terima warganya akan di tangkap dan diperlakukan seperti pelaku kejahatan.

“Saya sangat tidak terima dengan perlakuan aparat kepolisian kepada masyarakat saya, mereka adalah petani yang bekerja untuk mencari makan, bukan pelaku kejahatan yang harus di tangkap dan melakukan pengrebekan seperti ini,” Ujar Hukumtua kepada media ini, Kamis (03/03/2022).

Lebih lanjut dikatakannya, tindakan tersebut dianggap tidak menghargai pemerintah setempat. Tiba-tiba datang tengah malam untuk menangkap masyarakat, padahal mereka itu hanyalah petani yang tidak harus diperlakukan seperti itu.

“Tentunya saya sangat berharap kejadian seperti ini dapat menjadi perhatian Pemimpin dan pemerintah, kasihan nasib petani saat ini apalagi masyarakat yang berada di desa malola, sejak dulu 90% petani menggantungkan hidupnya dari pengelolaan captikus dan saat ini nasib mereka semakin terancam dikarenakan sering dilakukan upaya penangkapan oleh aparat kepolisian” tutur Liando.

Diketahui beberapa waktu lalu salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Sandra Rondonuwu S,Th, SH (Saron) telah mengusulkan dan memperjuangkan legalitas cap tikus untuk menjadi salah satu kearifan lokal minahasa, dan Ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (BAMPERDA) DPRD provinsi Sulawesi Utara Careig Naichel Runtu telah menyatakan Legalitas Cap Tikus akan masuk pada RANPERDA tahun 2022. (Pro)

Redaksi Sulut Hebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...