• Wed. Sep 28th, 2022

Bantah Lakukan Pungli, Kepsek: Dana Sudah Dibelanjakan dan Buktinya Ada

Minsel, suluthebat.com – Terkait pemberitaan dari salah satu media online yang menyebutkan Kepala Sekolah SMP Kristen di Desa Tondei Kecamatan Motoling Barat melakukan Pungutan Liar (Pungli) ternyata tidak benar dan dibantah keras oleh Kepala Sekolah Cyrtje Bujung.

Kepala Sekolah mengatakan, apa yang ditulis di dalam salah satu media yang mengatakan ada pungutan liar yang dilakukannya dengan memungut uang sebesar 7.00.000/siswa itu tidak benar atau berita Hoax.

“Kami dari pihak sekolah memang pernah melakukan pengadaan Server untuk pelaksanaan pada Tahun 2018 dengan mengumpulkan dana dari siswa dan itu sudah digunakan pada waktu pelaksanaan UNBK pertama kali untuk SMP se Kabupaten Minsel,” kata Bujung kepada media ini, Rabu (10/08/2022).

Bukti barang yang dibeli dan sudah digunakan siswa saat UNBK 2018

Cyrtje Bujung mengungkapkan sebelumnya itu sudah melalui rapat bersama Komite Sekolah, Pengawas, dan Operator dari Kabupaten yaitu Bapak Donal Pesik yang juga telah menyampaikannya kepada orang tua murid soal biaya tersebut.

Lebih lanjut dijelaskannya, dana dari siswa telah ditentukan jumlahnya 5.00.000 per siswa bukan 7.00.000, dan itu sudah melalui kesepakatan bersama. Dana yang terkumpul dipergunakan untuk pengadaan server pertama, sementara untuk pengadaan kedua sudah tidak lagi memungut biaya dari siswa.

“Jadi itu sudah digunakan dan saya bisa mempertanggung jawabkan karena buktinya juga ada, bahkan ada alat yang sempat rusak tapi sudah langsung diganti,” tutur Bujung.

Ia juga mengatakan selama ini tidak pernah ada wartawan yang melakukan konfirmasi kepada dirinya selaku Kepala Sekolah ataupun ke pihak sekolah terkait pengadaan server tersebut, malah dirinya mengaku kaget tiba-tiba muncul berita dugaan pungli di sekolahnya.

“Terkait isi berita yang mengatakan sudah pernah ada konfirmasi kepada saya selesai serah terima jabatan di gedung Waleta Kantor Bupati beberapa waktu lalu itu juga tidak benar,” tegas Kepsek.

Sementara itu, dalam menyikapi berita Hoax tersebut yang menurut Kepsek telah mencemarkan nama baik, maka dirinya akan segera melapor ke pihak berwajib agar diproses hukum, menurutnya selain banyak kejanggalan di dalam isi berita, oknum wartawan juga telah mengambil dan mempergunakan foto tanpa ijin yang bersangkutan. (Ran)

Alternative Text
x