• Wed. Sep 28th, 2022

Dukung Makase Park, Pemkab Minut Dorong UMKM Manfaatkan KUR Rp 33 T

MAUMBI, suluthebat.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) meminta dunia usaha bergerak cepat memanfaatkan dana Rp 33 triliun yang disiapkan Pemerintah pusat bagi pengembangan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

Dengan stimulus seperti itu, kalangan dunia usaha di daerah ini diharapkan dapat bertumbuh lebih pesat lagi, karena telah ditunjang dengan kemudahan mendapatkan dana bagi pengembangan usahanya. “Kami mengajak para pelaku usaha segera mengajukan permohonannya ke bank-bank yang sudah ditunjuk untuk menyalurkan dana ini,” demikian dikatakan Staf Khusus Bidang Ekonomi Kreatif Bupati Minut, Drs. Trius Abas.

Hal itu diungkapkan ketika memberikan pengarahan saat berlangsungnya acara gathering yang diselenggarakan PT Manguni Karya Sejati, pengembang Kawasan Makase Park, dengan pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), Rabu (10/8/2022) sore.

Dikatakan Trius Abas, saat berkunjung ke Minut beberapa waktu lalu Menteri Parekraf Sandiaga Uno telah menyatakan dukungan instansinya dengan menggelontorkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kini ada KUR untuk sektor parekraf untuk 3,4 juta pelaku usaha dengan pagu Rp 129 triliun. Khusus DPSP Likupang, disediakan Rp 33 triliun,” kata Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat Literasi Keuangan Desa Wisata Likupang, Sabtu (30/7/2022) lalu.

Dengan demikian, kata Trius, pembangunan Makase Park yang memadukan konsep wisata, teknologi dan kearifan budaya Nyiur Melambai merupakan salah satu usaha yang akan menunjang DPSP Likupang, sehingga dana KUR Rp 33 triliun ini masih sejalan dengan apa yang disampaikan Menparekraf tersebut.

Sementara gathering kedua yang dilaksanakan Rabu siang itu dihadiri lebih banyak pelaku usaha di daerah ini, yang datang tidak saja dari seputaran Minut dan Manado, namun juga terdapat beberapa warga dari kawasan Bolmong Raya dan Minahasa Raya.

Paparan Direktur Pemasaran, Michael Bintang, bahwa para pemilik tenan di Makase Park dibebaskan dari biaya sewa selama sepuluh tahun dan hanya menyisihkan 10 persen dari penghasilannya sebagai bagi hasil; menjadi magnet tersendiri. “Bapak Ibu, Makase Park ini bukanya 24 jam penuh. Yang seperti ini di Indonesia baru ada dua, di Jawa Barat dan Jawa Timur. Indonesia Timur, ini yang pertama dan arealnya jauh lebih besar serta atraksinya sangat variatif,” ujar Bintang.

Seperti diberitakan sebelumnya Makase Park yang berlokasi di Jalan Soekarno, dibangun di areal seluas 4,3 hektare dan mudah diakses warga melalui jalan Ring Road, Tol Manado-Bitung maupun jalur lainnya. Makase Park merupakan tempat wisata keluarga yang bertemakan perpaduan antara Teknologi & Etnik Budaya yang diangkat dari kearifan lokal di Bumi Nyiur Melambai. Masyarakat Minahasa Utara, Manado, Bitung, Minahasa serta daerah sekitarnya menyambut antusias adanya Makase Park yanag jug menyuguhkan konsep Wahana Kolam Bublle terbaru dan menjadi Ikon Indonesia Timur. Wisata Keluarga Makase Park itu sendiri di nahkodai Ivan Rondonowu selalu Direktur Utama, Michael Bintang, Direktur Marketing, Harley Tumilaar, SH Direktur Operasional dan Edwin Lumi, Direktur Pengembangan Usaha. (dki)

Alternative Text
x