• Thu. Aug 11th, 2022
Gubernur Olly Dondokambey bertemu perwakilan Kedubes China

SULUTHEBAT.COM, Manado – Provinsi Sulawesi Utara siap ambil peluang  lebih besar dari inisiatif One Belt One Road (OBOR). Sebab, berbagai proyek yang disasar dalam inisiatif tersebut dinilai ada kaitan erat dengan pembangunan di berbagai sektor.

Hal tersebut mencuat dalam pertemuan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dengan Minister Counselor bidang Perekonomian dan Perdagangan Kedutaan Besar (Kedubes) China, Mr. Wang Li Ping, di kantor Kemenko PMK, Jalan Merdeka Barat Jakarta, awal pekan ini (21/6/2017).

Dalam pertemuan dibahas kerjasama di bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan pariwisata dalam kerangka OBOR.  Ajang yang digagas negeri tirai bambu itu diyakini Gubernur Olly Dondokambey, SE mampu menciptakan momentum pembangunan Sulut yang lebih baik.

“Sulawesi Utara memiliki posisi yang sangat strategis sehingga menarik minat China untuk berinvestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.

Diketahui ada sejumlah mega proyek yang dilirik China melalui proyek OBOR di Sulut, diantaranya KEK Bitung, KEK Pariwisata Likupang dan trem dalam Kota Manado.

Semua proyek tersebut tidak hanya dikerjakan antar pemerintah saja (Government to Government), namun bakal melibatkan juga pihak swasta (Business to Business) dengan pendanaan soft loan (pinjaman lunak) melalui pihak pemerintah.

Khusus kerjasama di bidang pendidikan, Sulut berencana mengirim sebanyak 60 guru dan siswa untuk belajar bahasa mandarin di China.

Adapun kerjasama di bidang pendidikan lainnya adalah penanganan pendidikan agribinisnis, pariwisata, teknik sipil, teknik komputer dan jaringan.

Untuk menindaklanjuti semua kesepakatan itu, perwakilan pemerintah China beserta rombongan pengusaha berencana akan mengunjungi Sulut seusai hari raya Idul Fitri.

Dalam pertemuan yang juga diikuti Ketua Indonesian Research and Development International (IRDI) Vince Gowan dan anggotanya, Desi Albert Mamahit. Upaya meningkatkan investasi dari luar negeri tersebut juga tidak terlepas dari peranan IRDI yang mendorong investor China untuk berinvestasi di Sulut. Hal ini karena investasi sangat diperlukan untuk pembangunan.

Tak tanggung-tanggung, menurut informasi Humas Pemerintah Provinsi Sulut, sampai dengan triwulan I 2017, investasi yang masuk di Sulut  berjumlah Rp 2,2 triliun. Jumlah tersebut sekitar 90 persen atau Rp 2,3 triliun dari target RPJMD.

Pertemuan itu turut dihadiri Andrei Angouw (Ketua DPRD Sulut),  Gemmy Kawatu (Kadis Pendidikan), Janny Karouw (Kadisperindag), Daniel Mewengkang (Kadis Pariwisata ) serta Frangky Manumpil (Karo Perekonomian dan SDA). (Iwan)

Redaksi Sulut Hebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...