• Wed. Sep 28th, 2022

Pengadaan Tas Ramah Lingkungan Diduga Fiktif, Polres Lidik Dinas PMD Minahasa

Aug 10, 2022

Minahasa, suluthebat.com- Tim Tipikor Polres Minahasa mencium dugaan korupsi proyek pengadaan ribuan tas ramah lingkungan di 227 desa tahun 2020.

Proyek pengadaan milik Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa tersebut sudah masuk ke tahap Lidik.

Sejumlah Hukum Tua di Minahasa pun dikabarkan telah diperiksa oleh penyidik Tipikor. Bahkan, berdasarkan informasi, sebentar lagi status dugaan kasus proyek fiktif tersebut akan ditingkatkan ke tahap penyedikan.

Kapolres Minahasa, AKBP Tommy Bambang Souissa melalui Kanit Tipikor, Bripka Vicky Katiandago ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

“Iya benar perkara sementara dalam tahap lidik,” ucap Vicky. Selasa (9/8/2022).

Ia menjelaskan, pengadaan tas ramah lingkungan di Dinas PMD sudah dilakukan penyelidikan semenjak tahun 2020-2021 dan sudah beberapa kepala desa yang diminta keterangan. Namun karena kasus ini masih tahap lidik, sehingga belum dilakukan ekspos kasus.

“Sudah ada beberapa kepala desa yang kita panggil terkait pengadaaan tas ini, ” ujarnya.

Ditanya kapan tahap penyidikan, Ia belum bisa memastikan.

“Bisa saja pekan depan,” katanya.

Sekedar diketahui, proyek pengadaan tas ramah lingkungan ini menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar berasal dari anggaran dana desa. Adapun kegiatan penyaluran di laksanakan oleh pihak ketiga kepada Hukum Tua di 227 Desa.
Tas ramah lingkungan ini dijual ke pihak desa seharga Rp 15 ribu per picis dengan total jumlah keseluruhan yang disalurkan sebanyak 150.000 picis. Namun belakangan proyek ini terindikasi fiktif.
Berdasarkan pemantauan tas ramah lingkungan ini dijual Rp 4000 per picis di supermarket dengan kualitas dan fisik yang sama dengan penggadaan tas di 227 desa. (Vidi)

Alternative Text
x